Fokus Indeks Pembangunan Pemuda, Disnakertrans Jabar Punya 2 Strategi

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Disnakertrans Jawa Barat melaksanakan rapat kerja dengan Komisi V DPRD Jawa Barat. Membahas Indeks Pembangunan Pemuda di Jawa Barat yang berlangsung di ruang rapat komisi V, Jl. Diponegoro No. 27, Bandung,

Setelah rapat, Sekertaris Disnakertrans H. Agus E Hanafiah, S.Sos, M.A.P kepada wartawan menjelaskan “Untuk membangun hingga meningkatkan indeks pembangun kepemudaan maka perlu sinergitas berbagai sektor diantaranya lapangan kerja yang menjadi kewenangan Disnakertras, jelasnya (27-1-2020)

 

H. Agus menilai perlu kerjasama seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Kalau dilihat menurut UU No. 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun.

Maka untuk meningkatkan daya saing pada usia kerjanya. Di Jawa Barat yang saat ini berjumlah 12 jutaan angkatan kerja lebih banyak diusia produktif. Disnakertrans punya dua strategi menyerang dan bertahan.

Melalui strategi menyerang Disnakertrans menyiapkan calon pekerja berdaya saing, ini yang dikordinasikan dengan Dinas indag, Permodalan, Koprasi Usaha Kecil, Dispora, Pendidikan dan lainnya. Kalau dari internal Disnakertrans sudah berjalan dengan kegiatan yang menciptakan pekerja kompeten di Balai berlokasi Bekasi, atau di Bandung melalui balai mandiri untuk kemampuan wirausahanya, dan balai migran indonesia untuk daya saing antar pekerja migrannya.

Selanjutnya untuk strategi bertahan Disnakertrans menjalin hubungan industrial yang stabil dan harmonis, bagaimana caranya perusahaan mentaati norma dan aturan memenuhi hak pekerja, ucapnya

(24)