Mengambil Inspirasi Kinerja Pejabat Kota Yang Masuk ke Provinsi

Pewarta: Dwi-Andi

Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Mengawali karirnya dengan mengikuti proses lelang terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II) yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat. H. Dedi Supandi S.STP, M.Si lolos seleksi menempati amanah jabatan sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Barat. Seperti apa proses karir dan kinerja di tingkat provinsi. Wartawan media cetak dan online koran SINAR PAGI diberi kesempatan untuk interaktif tentang karir dan kinerjanya selama menjabat pada tahun 2019 di kantornya malam hari (24-1-2020)

Kalau dilihat garis keturunan keluarga, tidak ada keluarga yang menduduki jabatan tinggi. Murni apa yang diperoleh selama ini merintis dari bawah diawali menjadi pejabat ditingkat kelurahan pemerintah kota Bandung dan saat ini menjadi pejabat kepala dinas di tingkat pemerintahan Provinsi. Ucap ini membuka awal interaktif dengan wartawan.

Selanjutnya H. Dedi mengungkapkan ada hal yang menjadi pegangan untuk semua yang dijalani yaitu pesan orang tua. Hidup itu bukan mengejar jabatan, tapi membangun kinerja yang terbaik untuk kemaslahatan orang banyak. Selalu berupaya menghormati orang yang lebih tua, walaupun jabatan kita lebih tinggi. Dan jangan lari dari masalah, karena dengan itu manusia akan lebih dewasa dan lebih bahagia dalam menjalani hidupnya.

Setiap masalah harus diselasaikan, kuncinya ada pada agama, pengalaman, nasihat orang tua, teori analisis, pandangan kondisi untuk kedepannya hingga strategi atau inovasi atau menjemen konflik.

Adanya banyak pengalaman yang menarik ketika menjabat sebagai ketua KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Kota Bandung. Organisasi yang mengumpulkan peran pemuda untuk masa depan bangsa. Sangat menentukan terhadap peradaban sebuah bangsa sehingga kualifikasi suatu bangsa ditentukan oleh pemuda yang dilahirkan.

“Pemudalah yang kelak akan menjadi tulang punggung bangsa masa depan karena pemuda  ke depan. Pemuda memiliki energi potensial untuk melakukan perubahan sejarah,”

KNPI Kota Bandung berasal dari berbagai latar belakang OKP, organisasi kemahasiswaan, pemuda potensial. Organisasi yang bisa mentransfer ilmu pengetahuan kepada generasi muda dan masyarakat serta. Organisasi yang diarahkan untuk menyelaraskan program-program pemuda dengan program pemerintah. Dari organisasi itu banyak pengalaman yang dapat mengembangkan potensi diri. Maka penting untuk setiap pemuda aktif di organisasi, ucap H.Dedi

Dari pengalaman organisasi manusia dilatih untuk menentukan target, meraih tujuan bersama dengan cepat dan hebat. Begitu juga saat menjadi pejabat provinsi harus mampu menyerap aspirasi dari kabupaten/kota se Jawa Barat, hingga komunikasi dengan legislatif atau pejabat pusat agar ada keberpihakan anggaran untuk kemajuan pembangunan infrakstutur hingga pemberdayaan masyarakat. Jadi perlu bekal pengalaman yang panjang, kemampuan identifikasi yang mendalam, menjungjung asas keadilan untuk setiap solusi, melalui pola kordinasi yang terintegrasi, simplikasi, sinkronisasi, dan lainnya.

Dalam interaktifnya Dedi menceritakan pernah difitnah atau dijelekan oleh orang lain saat menjabat sesuatu yang baru. Kalau ada yang menilai negatif tentang kita, cukup buktikan dengan prestasi. Nanti hal seperti itu akan berlalu dan pergi. Justru kita harus bersyukur dengan orang yang kurang baik menilai kita, karena mereka kadang menjadi motivasi untuk memperbaiki kinerja agar kita lebih maju.

Pada ahir ceritanya H. Dedi menyampaikan, saya ini lahir di desa, menimba ilmu di kota, dan sekarang menjabat sebagai kepala dinas yang membawahi desa se Jawa Barat. Ya…idealnya seperti itu bagaimana kita bisa mengabdi lebih untuk desa kita, jangan sampai ditinggalkan karena lebih memilih di kota. Kan, banyak juga orang desa yang berpenghasilan seperti di orang kota. Mereka lebih sejahtera dengan kehidupannya di desa dibandingkan masyarakat kota. Jadi intinya kemampuan untuk menggali potensi yang ada.

Saat ini Jawa Barat memiliki Gubernur Desa, tokoh inspiratif, memiliki inovasi dan kolaborasi yang tinggi. Banyak desa yang awalnya tertinggal menjadi berkembang, yang berkembang menjadi maju hingga mandiri. Jadi gubernur sekarang merupakan konseptor yang dapat diterima di desa. Buktinya ada 539 desa yang melompat dalam indeks desa membangunnya.

Informasi yang dihimpun wartawan dari berbagai sumber.   H. Dedi Supandi S.STP M.Si lahir di Majalengka pada 12 Juni 1967 saat ini berusia 42 tahun. Laki-laki yang berambut ikal, dengan bentuk wajah yang oval, dan memiliki kulit berwarna sawo matang namun agak putih bersih. Memiliki hobi kaum akademisi yaitu membaca hingga meneliti.  Melalui membaca beliau dapat menambah banyak wawasan hingga keahlian untuk modal sebagai pejabat yang akan merubah pola pikir masyarakat. Lebih banyak memberi manfaat untuk mewujudkan cita-citanya dalam hidup bernegara.

Pada masa mudanya beliau menyelesaikan jenjang sekolah menengah hingga melanjutkan pendidikannya di jenjang perguruan tinggi di jurusan ilmu pemerintahan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Depdagri . Lulus sebagai sarjana dengan nilai yang memuaskan yaitu dengan IPK : 3,67 (Cum Laude) pada tanggal 10 Juni 1999, dengan no ijazah : 423.7/001/VII/STPDN. Setelah itu pada tanggal 30 Juni 2005 meraih gelar Sarjana 2 (Magister) jurusan Administrasi Pemerintahan Daerah STPDN, dengan IPK : 3,48 No ijazah : 432.7/177/PPs.MAPD/05.

H. Dedi Supandi menikah dengan Hj. L. erlita Widiasih S.Si , seorang perempuan kelahiran Majalengka, wanita yang juga aktif sebagai wiraswasta selama ini selalu memberi motivasi dan dorongan pada beliau untuk terus maju memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Dari penikahan itu memiliki dua orang putra. Yang pertama bernama M. Ghaffan Ahyan Sabita dan yang kedua M. Najwan Daffa Shahzada. Mereka lahir hanya terpaut satu tahun saja.

Berbekal pengalaman dan ilmu pemerintahannya beliau mengemban amanah sebagai pejabat di kota Bandung. Kinerjanya yang sangat baik, membawa dirinya menduduki jabatan lebih tinggi ke tingkat Provinsi. Laki-laki muda itu memilki motivasi yang tinggi dalam bekerja dan bertanggung jawab terhadap amanah yang di embannya. Motivasi itu hadir tidak lain merupakan dorongan dan doa yang diberikan orangtuanya dan juga seorang istri yang selama ini berada di belakang beliau.

H. Dedi Supandi memiliki karakter yang bersahabat namun tegas dalam setiap prinsip dalam hidup bermasyarakat. Selalu terbuka dan tak pernah memilih-milih rekan kerja. Beliau seorang yang ramah dan gigih dalam bekerja. Memiliki kecerdasan hingga inovatif yang tinggi membuat banyak orang kagum dan nyaman dengan kehadirannya. Wajahnya yang kadang murah senyum juga menjadi sesuatu yang dirindukan banyak orang melihatnya.

Pada saat menduduki jabatan di provinsi Jawa Barat. Setelah dilantik sebagai pimpinan tinggi pratama pemerintah provinsi Jawa Barat. H. Dedi Supandi S.STP, M.Si Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Barat. Dalam 100 hari kerjanya mampu melaksanakan berbagai program dan kegiatan sukses dilaksanakan untuk meningkatkan jumlah desa mandiri.

Diantara program kerja yang telah terlaksana pada 100 hari masa jabatannya, Lomba posyandu tingkat nasional, Pelatihan program gerak PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), Sosialisasi program Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Barat, Pembentukan forum perangkat daerah gerbang desa juara

Audensi dengan LPM Jabar dan PT.Bintang Toedjo sebagai mitra pemerintah provinsi Jawa Barat, TNI Manunggal Membangun Desa, Pameran pembangunan Jawa Barat LKPJ tahun 2018, Peringatan Hari Air Sedunia, Dialog bersama perangkat desa di Kabupaten Kuningan, Bakti sosial penerima beasiswa LPDP PK 141, Kick off Program CSR patriot desa digital, Sosialisasi kegiatan pembangunan sarana prasarana pendukung desa, Acara puncak musyawarah perencanaan pembangunan, Rapat kordinasi program inovasi desa.

Siaran keliling, Penyerahan sertifikat tanah wakaf desa di Sukabumi, Ekpose program DPMD Jawa Barat kepada Gubernur Jawa Barat, Launching desa digital di desa Sirna Rasa Kabupaten Sukabumi, Kegiatan Porpemprov Jawa Barat, Bulan bakti gotong royong masyarakat ke XVI, Work shop Evaluasi pelaksanaan integrasi PJM Pro Aksi ke dalam dokumen perencanaan anggran desa.

Buka bersama On The Street berkah ramadhan 1440 H, Pelaksanaan Verifikasi Lomba administrasi PKK tingkat nasional 2019, Lomba desa dan kelurahan tingkat provinsi Jawa Barat tahun 2019, Sosialisasi program Jabar punya informasi, Pengkukuhan CEO Bumdes, Peresmian mobil aspirasi kampung juara, Forum desa perbatasan Jabar Banten Jateng.

Melihat rekam jejak dimasa mudanya. Pada masa kuliahnya sempat mengukir prestasi sebagai mahasiswa peraih Bintang Kartika Adhi Kertyasa, Sapta Adhi Praja, dari Ketua STPDN.

Ada banyak penghargaan yang diperoleh H.Dedi seperti bidang agama insentifikasi kemampuan baca tulis Al-Qur’an dari Kemenag Majalengka, Pembina Pramuka, pembina gerakan masyarakat santri raksa moral dari FKPP Kota Bandung, sertifikat fundamental hypnometafisik dari Hypnometafisik Indonesia, Internasional certificate of midh map, dari Indo Mindmap, certificate Internasional Public Procurement Coference dari LKPP & Florida Atlantic University, ahli pengadaan barang jasa pemerintah dari LKPP, juara I Lomba Posyandu Tingkat Nasional, juara I kelurahan berprestasi tingkat Provinsi Jawa Barat dan satyalancana karya X dari Presiden RI.

Beberapa tahun kebelakang H. Dedi meraih piagam penghargaan dari lembaga prestasi indonesia-dunia, pada penyelenggara rekor program inovasi kepedulian terhadap lansia melalui pencanangan minggu lansia dan pembentukan sahabat peduli lansia pertama di Indonesia. Beliau juga mendapat sertifikat TOFL (standfrd English Course)  dan sertifikat trainer tenaga ahli pemberdayaan masyarakat (TAPM)  program inovasi desa dari Kementrian Desa PDTT RI dan banyak penghargaan lainnya. (Editor: Risna Oktapiani)

(150)