6 Lingkungan Yang Menguatkan Jati Diri Generasi Muda

Penulis: Dwi Arifin (Jurnalis Media Cetak & Online)

Setiap orang tentu memiliki potensi di dalam dirinya, meski jumlah potensi ini tidak pernah sama antara satu dengan yang lainnya. Berbagai macam potensi diri inilah yang kemudian akan membantu kita untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berbagai hal, termasuk dalam mengatasi berbagai masalah dan kendala yang kita temui di dalam kehidupan kita. Begitu pentingnya untuk memiliki potensi diri yang maksimal di dalam hidup ini, agar semua bisa berjalan dengan lebih mudah dan menyenangkan bagi diri kita sendiri

Pada dasarnya, ada banyak sekali orang yang tidak mampu menemukan potensi dirinya, bahkan sekedar hanya mengenalinya di dalam diri mereka. Hal ini tentu sangat merugikan, mengingat potensi diri akan sangat membantu seseorang untuk bisa berkembang dengan maksimal dan mencapai banyak hal di dalam kehidupannya.

Ketika seseorang tidak mampu menemukan potensi dirinya, maka besar kemungkinan orang tersebut hanya akan melakukan pencapaian yang itu-itu saja sepanjang hidupnya. Orang tersebut tidak akan bisa berkembang dengan maksimal dan mencapai titik terbaik di dalam kehidupannya, atau bahkan bisa jadi lebih buruk dari kondisi tersebut.

Hal inilah yang menjadi alasan mengapa sangat penting untuk mengenali dan mengembangkan potensi tersebut dengan semaksimal mungkin, agar bisa ikut berkembang dan sukses dalam berbagai hal. Ternyata ada beberapa lingkungan yang membuat potensi diri berkembang cepat dan maksimal.

  1. Lingkungan berbasis agama.

Ilmu agama terbuki membawa manusia ke arah yang paling baik. Bukan hanya sukses dunia, manusia yang memiliki bekal agama akan membangun cita-cita kesuksesannya hingga ahirat. Hal ini dicontohkan dari manusia terbaik yang lahir ke dunia bernama Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi Wa Sallam, namanya harum sepanjang masa, akhlaknya diteladani setiap generasi. Ilmu agama ada hadir untuk memuliakan manusia

  1. Lingkungan berbasis pendidikan

Ilmu yang dimiliki manusia tidak lepas dari proses pendidikan. Manusia menjadi memiliki keahlian baru dengan ilmu yang dimilikinya. Ada pepatah mengatakan mereka yang selalu menyempatkan belajar akan menjadi pemilik masa depan, sedangkan mereka yang tidak belajar hanya pemilik masa lalu yang usang. Hal ini terbuki banyaknya orang hebat penuh karya lahir dari lingkungan pendidikan. Kadang masa depan seseorang dibangun dari ilmu yang dimilikinya. Karena ilmu menjadi peta untuk mewujudkan cita-citanya

  1. Lingkungan Organisasi

Organisasi secara erat membuat manusia hidup penuh kebersamaan. Dengan kebersamaan itu mereka berbagi ilmu, pengalaman, berkarya dan mengabdi kepada masyarakat. Membangun hubungan baik antar kelompok manusia. Mereka terlatih meneliti hingga menyelesaikan masalah yang hadir. Hal ini membuat manusia organisasi lebih cepat dewasa dan tumbuh berkembang ke arah yang positif.

  1. Lingkunga politik

Banyak partai politik yang mencetak generasi bangsa yang mampu bersaing ditingkat nasional atau internasional. Partai politik mengantarkan manusia kepada lingkaran kekuasaan, mereka dilatih berjuang untuk negaranya. Partai politik membawa manusia untuk pandai diplomasi, membawa manusia untuk berpikir panjang tentang peradaban yang akan dibangun, mewujudkan kesejahteraan masyarakat luas, hingga menjunjung tinggi negaranya agar disegani negara lain.

  1. Lingkungan jurnalistik

Dunia literasi sangat mempengaruhi cara pandang pola pikir manusia. Melalui kemampuan melahirkan karya jurnalistik baik berupa kitab, karya tulis yang dibukukan atau karya tulis yang dipublikasikan. Mereka para pegiat jurnalistik memiliki kemampuan meneliti untuk bahan jurnalistiknya. Mereka bertemu dengan narasumber ke narasumber lain yang memiliki jabatan, keahlian atau disiplin ilmu yang tinggi. Proses itu secara tidak langsung mengembangkan dirinya untuk memiliki berbagai keahlian dalam komunikasi menyerap ilmu hingga memahami keahlian orang lain.

  1. Lingkungan Wirausaha

Sebaik-baik pekerja akan dibatasi penghasilannya, sedangkan sebaik-baik wirausaha pasti tidak ada batas penghasilannya. Mereka yang berwirausaha hidupnya lebih bebas jika dibandingkan dengan pekerja yang harus mengikuti bosnya atau perusahaannya. Mereka yang mampu menjadi wirausaha hadir sebagai tangan diatas pemberi gaji pekerjanya. Mereka wirausaha hidup lebih mandiri saat pekerja memiliki ketergantungan pada perusahaannya.

(30)