PT Kampoeng Kurma Selesaikan Kewajibannya Terhadap Investor

Sebagian Investor Sudah Terima Kavling dan Surat Tanah Kebun Kurma

Pewarta : Ahyar Matondang

Koran SINAR PAGI, Kota Bogor,- PT.Kampoeng Kurma tidak diam, lerusahaan yang menarik uang investasi dari masyarakat hingga ratusan miliar rupiah ini terus berikhtiar menyelesaikan kewajibannya kepada 1.632 investornya.

Saat ini lebih dari separuh kebutuhan lahan kavling sudah dalam poses Akta Jual Beli (AJB).

“Manajemen PT Kampoeng Kurma telah menunjukan itikad baiknya. Upaya penyelesaian berupa penyerahan kavling dan suratnya ini sudah berlangsung hampir satu bulan,” kata Koordinator Tim 10 Investor Kampoeng Kurna, Tribudi Widodo mewakili ribuan investor lainnya.

Tribudi menjelaskan, saban hari Sabtu ada penandatangan akta jual beli untuk kavling tanah yang dijanjikan manajemen.

Disebutkan, tidak kurang 15 sampai 20 AJB yang diberikan kepada investor Kebun Kurma.

“Kami Tim 10 ikut mengurus dan membantu segala kepentingan investor Kampoeng Kurma dari 6 kawasan lahan kavling kurma, yakni di Cirebon, Jonggol, Cipanas, Jasinga, Koleang dan Tanjungsari, Kabupaten Bogor,” kata Tribudi.

Salah satu konsumen dari Jasinga saat menandatangani akta jual beli dari direktur PT Kampoeng Kurma ke konsumen

Namun, belakangan ribuan investor yang mulai tenang dengan adanya penyelesaian dari manajemen Kampoeng Kurma, kembali mengaku resah. Hal tersebut gegara LBH Konsumen Jakarta yang mewakili dua orang investor mendaftarkan gugatan Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap PT Kampoeng Kurma Jonggol ke Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat.

Gugatan penundaan PKPU atau keinginan mempailitkan PT Kampoeng Kurma itu dinilai tidak mewakili mayoritas investor. Mereka menyesalkan aksi sesama investor yang dinilai serampangan dalam mengambil langkah penyelesaian.

“Ini orang maunya apa? Kalau dipailitkan maka kita yang ribuan orang ini rugi. Bisa dikutuk itu orang,” ujar Koordinator Tim 10.

Selain itu, Tribudi menjelaskan, kedua investor yang menunjuk LBH Konsumen Jakarta mengajukan PKPU itu sudah ada AJB dan kavlingnya, “Dan mungkin sudah ditanganin. Saya tidak tahu maksudnya apa, kita juga bingung, karena dia juga sudah ada kavlingnya,” ujarnya.

Dikatakan, saat ini, manajemen sudah berhasil menyelesaikan kewajibannya terkait lahan investasi. Semisal kavling di Jonggol. Dari total kebutuhan 125 hektare lahan, saat ini sudah tersedia seluas, 35 hektare, lahan tersebut sudah diserahkan kepada investor berikut surat tanahnya.

Adapun kavling Kampoeng Kurma di Cirebon sudah separuhnya terpenuhi. Dari 88 hektare lahan yang dijanjikan, 44 hektare lahan di antaranya siap diserahkan. Demikian juga dengan lahan di Jasinga. Untuk total 170 hektare yang dijanjikan di Koleang, 60 hektare telah dibebaskan. Masih di Jasinga, manajemen telah membebaskan 47 hektare lahan dari 35 hektare yang dijanjikan.

“Malah ada kelebihan lahan, yang kami cadangkan untuk konsumen yang enggak kebagian kavling di Jonggol. Ini dokumen surat tanah yang bertumpuk di atas meja untuk lokasi di Jasinga dan hari Sabtu sudah siap tanda tangan AJB,” kata Ibu Lilis, salah satu tim manajemen Kampoeng Kurma, yang bertugas mengurus lahan dan AJB.

(187)