Bupati Sukabumi Himbau Masyarakat Untuk Menghentikan Penambangan Emas Liar

Pewarta : Avenk

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi,- Terkait adanya pelarangan kegiatan penambangan liar dibeberapa wilayah di Kabupaten Sukabumi, seiring kian maraknya penambangan liar yang dilakukan oleh masyarakat, Bupati Sukabumi, H Marwan Hamami, mengatakan, pihaknya bukan tidak memperbolehkan warganya melakukan penambangan, namun harus mengikuti prosedur.

“Bukan tidak boleh, tapi selama ini kan mereka melakukan penambangan dilahan milik orang lain,” katanya kepada awak media saat ditemui usai menghadiri Muscab PPM Kab.Sukabumi, Jum’at (24/01/20), di Gedung Pendopo.

Bupati Sukabumi, H.Marwan Hamami

Apalagi, lanjutnya, para penambang emas liar ini menggunakan bahan kimia berbahaya saat melakukan penambangan, “Dampak yang ditimbulkan dari bahan kimia tersebut akan berbekas lama, ketika plankton sudah terkontaminasi oleh bahan kimia (mercury) itu, maka 3 (tiga) generasi akan merasakan dampaknya,” tandasnya.

Dia mempersilahkan warga untuk membuka tambang emas, dengan catatan harus mengikuti prosedur yang berlaku, “Boleh saja menambang, tapi ikuti prosedur yang ada,” tambahnya.

Disebutkan, Pemkab.Sukabumi bekerjasama dengan TNI-Polri terus melakukan sosialisasi terkait hal ini, namun kata Marwan, masalah ini tidak akan selesai hanya dengan sosialisasi, bila tidak ada kesadaran dari masyarakat.

Yang akan merasakan dampak dari perbuatan kita saat ini, kata Marwan lagi, adalah anak cucu kita kelak dikemudian hari, “Yang akan merasakan dampak negatif dari perbuatan kita saat ini adalah anak cucu kita nanti,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, sosialisasi dan himbauan tentang pelarangan penambangan liar terus dilakukan oleh Pemkab dan Polres Sukabumi baik melalui pemasangan spanduk dibeberapa lokasi strategis terutama menuju jalur wilayah yang selama ini dijadikan kegiatan tambang liar, maupun dengan metode dialogis.

Diketahui, dibeberapa daerah di Kabupaten Sukabumi terdapat kegiatan penambangan emas ilegal (gurandil) diantaranya di wilayah HGU Perkebunan Cigaru, Perum Perhutani, HGU Perkebunan Tugu Cimenteng dan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.

(13)