Rumah Yudi Sugara Tak Masuk dalam BDT

Photo :  Kades Sukalilah perjuangkan ke kemensos RI di jakarta

Pewarta : Agus Lukman

Koran SINAR PAGI, Garut,- Kediaman rumah Yudi Sugara (35) warga kampung margaluyu RT 2/1 desa Sukalilah kecamatan Cibatu kabupaten Garut membutuhkan perhatian dari pemerintah, datanya tak masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT)

Sehingga kediamannya tidak bisa menerima bantuan dari pemerintah, demikian dikatakan Yudi Jaelani kades Sukalilah, Senin (20/1) melalui ponselnya

Data BDT mengambil tahun 2010, sebelum dirinya menjabat kepala desa Sukalilah

“Warga yang mendapatkan rumah tidak layak huni (Rutilahu), diambil dari data BDT tahun 2010 sampai saat ini,” ucap Yudi

Tegas dia, orang yang sudah meninggalpun mendapat bantuan rutilahu, artinya data yang diambil Basis Data Terpadu (BDT) tahun 2010, sebelum kami menjabat, terangnya

Untuk warga mendapatkan bantuan rutilahu dari anvgaran dana desa, itu melalui aturan, dengan adanya pengajuan Musrenbangdes, yang diajukan oleh RW, jelas Yudi

Sehingga anggaran desa dapat direalisasikan sesuai dengan hasil Musrenbangdes

” Kita merealisasikan anggaran dengan hasil musrenbangdes, yang diajukan oleh masing- masing RW yang ada di desanya, ” ujar Yudi

Yudi menduga data BDT yang keluar dari data tahun 2010.Mengapa demikian karena orang yang tengah meninggalpun mendapat batuan rutilahu, cetusnya

Pasalnya rumah yang terbuat bambu, terlihat sudah layak untuk dihuni

Yudi sugara mengatakan kqmi yang keseharian nya hanya sebagai buruh serabutan rumah nya tak mampu untuk diperbaiki, tandasnya

Pihaknya menginginkan adanya perhatian pemerintah untuk memperbaiki
(renovasi) kediamannya

“Saya menempati rumah ini sudah 8 tahun tapi.
Rumah saya sekarang sudah mau roboh dan gongsol suhunan saya sudah tidak ada genteng nya karna sudah keropok ,”ucap yudi sugara saat di temui d rumah nya (20/1/2020

Dia berharap rumahnya ada yang membantu dari pihak pemerintah karena jika ada angin kencang takut roboh, ujarnya

Dia ceritakan kalau ada turun hujan, dalam rumahnya selalu bocor, gentengnya pada rapuh hingga belah

Jelas dia selama ini tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah seperti kartu KIP ,KIS, atau bantuan seperti PKH BPNT, BPJS dan lain, cetusnya

“Saya berharaf bantuan rumah nya dapat direnovasi, supaya ditempatinya tidak cemas dan waswas, selalu dihantui takut roboh

” Saya ingin bertemu pejabat No.1 dikabupaten Garut yakni seperti pak Bupati garut Rudy gunawan dan wakil bupati garut drs Helmi budiman karna ingin mengadu terkait keluarga saya tidak pernah mendapatkan bantuan apa apa, semoga saja pak bupati dan wakil bupati datang ke rumah saya untuk melihat kondisi rumah saya”, ucapnya

“Kamipun tidak tinggal diam untuk warga yang rumahnya tak mendapatkan Rutilahu berupaya semaksimal mungkin dan berharap pada pemerintah  kabupaten kemensos untuk ada program bantuan rutilahu di luar BDT karena banyak warganya yang perlu diperbaiki untuk layak rumahnya dibantu tapi bukan peserta pkh atow masuk BDT.Kami bahkan sampai ke kemensos dipusat jawaban sama harus ada di data BDT,” pungkas Yudi

(97)