Bupati Purwakarta Harapkan Tinjau Longsor di Desa Sindangsari

Pewarta : Dede M Ramlan

Koran SINAR PAGI, Kab Purwakarta,- Untuk kesekian kali terjadi musibah longsor di Kampung Babakan Cilandak RT 13/05 Desa Sindangsari Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta, pasca terjadi longsor tahun 2018 lalu, malam tadi sekira pukul 22.00 WIB, longsor itu pun kembali terjadi dilokasi yang sama.

Kades Sindangsari, Rahmat Efendi, Senin (20/01/20) menyampaikan, Musibah longsor di Kampung Babakan Cilandak terjadi untuk kesekian kalinya, “Awal terjadi longsor tahun 2018 lalu, namun, apa yang selama ini kami khawatirkan longsor terjadi lagi, ternyata betul, malam tadi tebing tanah sepanjang 300 meter dan tinggi 4 meter itu kembali longsor,” terangnya.

Masih kata Kades Rahmat, jika tebing itu tidak segera ditangani dan dilakukan penataan ulang dengan dibangun Tembok Penahan Tanah (TPT) atau Bronjong, maka kekhawatiran itu akan terus menghantui pikiran 58 Kepala Keluarga, karena rumah hunian warga dekat lokasi longsor, terlebih kini saatnya musim penghujan, “Jadi, kami dan warga setempat merasa was-was,” ujarnya.

Pasca musibah longsor yang pertama kali terjadi, tambah Kades Rahmat, saat itu pula Pemdes Sindangsari mengajukan Proposal Anggaran senilai Rp720.000.000,- Ke Pihak Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang maupun Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Purwakarta.

Bahkan, kata dia, pengajuan Proposal Anggaran itu sudah 2 kali dilayangkan, namun hingga terjadi lagi musibah longsor, pengajuan anggaran itu belum juga dikabulkan pihak Pemkab.Purwakarta, imbuhnya.

“Kami atas nama Warga Masyarakat Desa Sindangsari tetap menunggu agar Pengajuan Anggaran untuk Perbaikan dan Penataan Tebing tersebut tahun ini bisa dicairkan. Semoga Ibu Bupati Ambu (Anne Ratna Mustika-red) respon tinjau lokasi longsor dan sekaligus mengabulkan permohonan warga Kampung Babakan Cilandak yang kini mereka was-was atas terjadinya musibah longsor tersebut,” harapnya.

(458)