Ustadz Dadan Hidayatulloh Lc Bahas Do’a Muthlaq & Muqoyyad

Pewarta: Dwi Satrio

Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Masjid Djamiatul Masolih (DMS) – Sayati, Kecamatan Margahayu Bandung  rutin menyelenggarakan kajian setiap hari jum’at ba’da sholat asar. Bersama Ustadz Dadan Hidayatullah, Lc dengan tema yang dibahas seputar pentingnya berdoa, cara dan waktu mustajabnya do’a.

Pada awal dakwahnya, Ustadz Dadan Hidayatulloh menyampaikan ayat landasan berdo’a. “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”

(Al-baqoroh ayat 186)

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. [Surat Al-mu’min/Ghafir ayat 60]

Mengenai ayat ini, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
Siapa yang tidak pernah berdoa kepada Allah Azza Wa Jalla, maka Allah murka padanya.

Karena mereka yang tidak berdo’a adalah orang yang sombong. Ucapnya kepada jama’ah diawal dakwah rutinnya (17/1/2020)

Selanjutnya Ustadz Dadan mengungkapka bahwa Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Rabb-mu (Allah) Maha Pemalu. Maha Dermawan. Maha Mulia, Dia malu terhadap hamba-Nya (yang berdoa dengan) mengangkat kedua tangannya kepada-Nya kemudian Dia menolaknya dengan hampa (atau kembali tanggannya namun kosong).” (HR Abu Daud dan Tirmidzi)

Pada pertengahan ceramahnya, Ustadz Dadan membahas waktu yang tepat untuk berdo’a, diantaranya ialah waktu antara adzan dan iqomah, atau waktu saat sholat tahajud.

Pada ahir dakwahnya Ustadz Dadan menyempatkan membahas tentang jenis-jenis doa. Diantaranya do’a Muthlaq dan muqoyyad. Perbedaannya do’a muthlaq adalah sebuah lafadz yang menunjukan sesuatu yang tidak dibatasi oleh suatu batasan tertentu. Sedangkan muqayyad adalah sesuatu yang membatasi maknanya.

Jadi ada do’a yang ada waktunya dan batasnya dan ada do’a yang tidak terbatasi waktu dan jumlahnya. Dan pada dasarnya setiap do’a yang baik kita bacakan selalu Alloh kabulkan. Maka penting bagi setiap muslim berdo’a dengan sumber do’a-do’a yang diajarkan nabi.

(75)