BPN ICI Laporkan “Markus” Dugaan Korupsi TPAS Jalupang Ke Kejagung

Pewarta : Heryawan Azizi

KORAN SINAR PAGI, Karawang,- Bergulirnya kembali kasus dugaan korupsi Tempat Pembuangan Akhir Sampah(TPAS) jalupang yang menelan Anggaran 20 Miliar, tanpa manfaat. Setelah terkuak adanya dugaan peran makelar kasus (Markus) dalam penanganan kasus tersebut, hingga di peti es kan. Jelas membuat rugi masyarakat Karawang.

Direktur Badan Pekerja Nasional Indonesian Corruption Investigation ( BPN-ICI) Jawa Barat, Marwan Ali Hasan,SH, kembali melaporkan Para Makelar kasus itu ke Kejaksaan Agung RI.

Menurut Marwan, Kepada Koran SP, Selasa (14/01), menyatakan langkahnya melapokan adanya dugaan peran Markus dalam kasus TPAS Jalupang ke Kejagung, untuk mengungkap kasus yang terpendam sejak Tahun 2016 itu, terungkap hingga ke akarnya.

” Langkah Kami laporkan Markus ke Kejagung untuk mengungkap dari awal dugaan korupsi TPAS Jalupang. Karena berdasarkan data Kami, peran Markus yang melibatkan Oknum Jaksa Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang membuat kasus Jalupang bias dan di peti es kan” Beber Marwan.

Lebih lanjut Marwan mengungkapkan langkah awal laporanya kepada Komisi Antirasuak(KPK) sudah ke tahap pemanggilan para terduga, yang dilakukan pihak Kejati, Jawa Barat.

“Bentuk antisipasi Kami dalam pengawalan kasus ini, adalah melakukan pelaporan ke Jaksa Pengawas (Jamwas) Kejagung. Sekaligus Kami berkoordinasi, jangan sampai penanganan kasus oleh Kejati kembali adanya “main mata”. Biar pihak Kejagung yang lakukan Pengawasan terhadap Jaksa yang menangani Kasus ini, sekaligus bisa menindak Oknum Jaksa yang terlibat Markus” Ungkap nya.

Sementara itu informasi yang berkembang, sejumlah pejabat Pemda Karawang sudah diperiksa Kejati dalam Dugaan Korupsi TPAS Jalupang. Kendati proses hukum berjalan, ironisnya dalam mutasi jabatan belum lama ini, Bupati Karawang Cellica, malah menempatkan salah seorang Pejabat yang terkait kasus TPAS Jalupang, Dedi Ahdiat, menjadi Kepala Dinas PUPR.

(55)