PA 212 Setuju Copot Prabowo !

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Ketua Divisi Hukum PA 212, Damai Hari Lubis menyebut Presiden Joko Widodo sudah sepatutnya segera mencopot jabatan Menteri Pertahanan yang saat ini diemban oleh Prabowo Subianto. Anjuran ini diungkap Damai lantaran Prabowo dinilai tak memiliki kebijakan yang sejalan dengan Jokowi soal konflik yang terjadi antara China dan Indonesia di perairan Natuna (CNN).

Damai Hari lubis nampaknya kesal pada Prabowo karena berbeda sikap dengan Presiden Jokowi yang lebih keras pada China terkait perairan Natuna. Memang Prabowo pernah mengatakan, “Saya kira ada solusi baik. Kita selesaikan dengan baik, bagaimana pun China negara sahabat”. Bagi Damai Hari Lubis pernyataan Prabowo ini terlalu lembek. Berbeda dengan pendapat Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Retno telah memanggil Dubes China di Jakarta untuk memberikan nota protes terhadap klaim Natuna. Retno Marsudi dianggap publik pun cukup tegas. Begitu pun Jokowi kedatangannya ke Natuna adalah “kode keras” bahwa kedaulatan NKRI adalah harga mati. Siapa saja yang melanggar dan mengganggu kedaulatan NKRI akan berhadapan dengan kekuatan TNI dan rakyat Republik Indonesia.

Pakar politik internasional Obsatar Sinaga menilai kunjungan Jokowi ke Natuna artinya “Presiden ingin menunjukkan kepada China jika sikap Indonesia tegas terhadap urusan Natuna.” Ketegasan Jokowi dianggap PA 212 tidak sama dan seirama dengan Prabowo sebagai Menhan. Maka bagi PA 212 (Damai Hari Lubis) Prabowo layak dicopot! Mungkin Ia berpikir pada pernyataan Jokowi sebelumnya bahwa siapa saja Menteri yang beda visi akan dicopot.

Itulah dinamika politik dan kehidupan berbangsa. Kasus Uighur belum selesai, muncul Natuna. Bahkan beragam opini publik menjadi “hiburan” hangat terkait Natuna. Ada yang mengatakan, “Indonesaia tidak akan berani pada China karena kita punya utang.” Konon katanya ada pemuda siap berperang dengan China namun saat mau nembak kapal China pemuda itu ditagih utang. Akhirnya Ia malu terbirit-birit dan tak jadi nembak kapal China.

Sebagian lagi mengatakan kita tidak mungkin menyerang China. Mengapa? Karena kata Prabowo China itu sahabatan, CSan. Ini menjadi kelakar publik. Kembali pada PA 212 yang menghendaki Menhan Prabowo dicopot. Saya termasuk tak setuju. Mengapa? Saya percaya Prabowo adalah macan Asia. Ia masih bagian dari parjurit TNI terbaik di negeri ini. Bahkan Ia adalah seorang TNI yang bisa lebih TNI dari TNI yang lainnya.

Parabowo memahami bahwa kapal China belum masuk perairan wilayah Indonesia. Masih di Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEE), bukan laut teritorial Indonesia. Di mana zona tersebut dapat dilintasi dengan bebas.

Simpulannya China belum masuk ke rumah. Kalau masuk ke rumah pasti “dijitak” Prabowo! Tentu atas perintah Presiden Jokowi sebagai “atasannya”. China di perairan Natuna mungkin ibarat tetangga kita yang buat berisik hilir mudik dekat pintu rumah kita. Namun belum masuk halaman rumah!

(11)