Setelah Delapan Bulan Mengalami Kelumpuhan, Pejuang Devisa Asal Kab.Sukabumi Akhirnya Bisa Pulang

Pewarta : Ayi Suherman

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi,– Kisah pilu dialami janda bercucu tiga, warga RT 01 / RW 02 Kampung Nagrog, Desa Citarik, Kec.Palabuhanratu, Kab.Sukabumi yang sempat menjadi seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Arab Saudi.

Adalah Sri Mulyati (57) bekerja menjadi TKW selama 11 tahun, namun pejuang devisa ini mengalami kelumpuhan kaki sebelah kiri dalam 8 (delapan) bulan terakhir sebelum di pulangkan oleh KBRI di Arab Saudi.

Menurut Sri Mulyati, kelumpuhan kaki sebelah kirinya akibat jatuh saat membersihkan lantai bagian dapur rumah majikannya.

“Saya sempat mengalami koma atau tidak sadarkan diri selama tiga hari setelah jatuh, ketika sadar saya berada di rumah kos teman kerja,” ungkapnya.

Sri menambahkan, sejak saat itu, selama lima bulan dirinya hanya berdiam diri ditempat kos temannya, karena tidak bisa jalan, “Setelah itu saya di bawa ke Kantor KBRI dan disana sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan,” terangnya.

Namun, lanjutnya, itupun hanya sekali saja dirinya dibawa ke rumah sakit dan selama tiga bulan selanjutnya, dia tinggal di kantor KBRI, lalu kemudian dipulangkan ke Indonesia.

Berkat bantuan pemerintah, sekitar jam 11.00 malam tadi, saya akhirnya sampai ke rumah dan berkumpul lagi dengan anak cucu saya,” tambahnya.

Kejadian yang menimpa Sri mendapatkan respon langsung dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi, melalui Pemerintah Kecamatan Palabuhanratu yang langsung menemui, sesampainya Sri dirumah keluarganya.

Camat Palabuhanratu, Ahmad Samsul Bahri menjelaskan, dirinya datang untuk membantu penanganan medis, “Kita sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan untuk membantu memberi pengobatan kepada ibu Sri,” ucapnya.

Kalau melihat dari rekam medis yang di bawa dari rumah sakit Saudi Arabia, menurut Kepala Puskesmas Palabuhanratu, kelumpuhan Sri masih bisa diobati dan bisa berjalan kembali seperti semula.

“Kita secepatnya akan menangani kasus ini setelah semua persyaratannya terkumpul dan mendapat surat rujukan dari puskesmas dan dilanjutkan pengobatan ke rumah sakit,” kata Samsul Bahri.

Diungkapkan, Sri mengalami kelumpuhan pada kaki kirinya diakibatkan jatuh, sementara pergelangan selangkangan pinggul lepas dan itu bisa di obati secara medis.

“Ya, kalau kakinya yang lumpuh kena gerakan sedikit atau ke geser aja akan terasa sakit karena bergesernya tulang sambung, Insya Allah pengobatan ibu Sri ini semuanya akan ditanggung pemerintah,” pungkasnya.

(19)