Guru Love Mas Nadiem

  • Whatsapp
banner 468x60

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Ketua Pengurus Besar PGRI)

Setelah keluar Permendikbud No 44 Tahun 2019 tentang PPDB yang “membantu” putra-putri guru dalam memilih sekolah di tahun 2020. Kini Mendikbud Nadiem Makarim sedang mempersiapkan upaya “membantu” guru yang terkena musibah banjir. Bantuan ini tentu secara tidak langsung berdampak pada keadaan terkini putra-putri guru . Mas Nadiem luar biasa! Setelah terlihat berpihak pada putra-putri guru, kini memperlihatkan itikad baik pada guru yang terkena bencana banjir.

Gagasan Nadiem untuk memberikan tunjangan khusus pada guru-guru yang terdampak banjir menjelasakan perhatiannya pada guru. Kemdikbud sedang mendata para guru, sekolah bahkan anak didik yang terdampak bencana banjir. Nadiem terlihat empatik pada situasi banjir yang menimpa keluarga guru dan merusak fasilitas pendidikan.

Nadiem memberi saran meliburkan anak sekolah tetapi para guru setidaknya tetap berkomunikasi dengan keluarga dan siswanya, bila memungkinkan belajar di rumah. Selama libur TPG para guru tetap dicairkan. Selama libur dan terkena bencana banjir para guru akan dapat tunjangan khusus. Ini sangat baik dan memperlihatkan pemerintah khususnya Kemdikbud tidak absen dari derita para guru.

Dalam pernyataannya Nadiem menjelaskan, ”Kemendikbud sedang melakukan pendataan untuk pemberian tunjangan khusus bagi para guru terdampak banjir yang akan diberikan selama tiga bulan. Tunjangan profesi bagi guru terdampak banjir juga tetap akan dibayarkan.” Pernyataan Nadiem ini sangat elok dan memberi efek adem pada setiap guru yang secara phsikologis sedang terkena tekanan bencana.

Nadiem Love You! Mungkin itu ucapan sejumlah guru kepadanya. Mas Menteri yang milenialis dan humanis ini benar-benar melaksanakan amanah UURI N0 14 tahun 2005. Pasal 14 UURI No 14 Tahun 2005 poin (g) mengamanahkan agar setiap guru “memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas.” Bencana banjir telah mengusik rasa aman dan keselamatan sejumlah keluarga guru.

Selanjutnya dalam pasal 18 ayat (1) dinyatakan, “Pemerintah memberikan tunjangan khusus”. Tunjangan khusus idealnya tidak hanya kepada guru yang bertugas di daerah khusus. Selanjutnya dalam pasal 18 ayat (2) dinyatakan “Tunjangan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setara dengan 1 (satu) kali gaji pokok. Mengapa tidak? Setiap guru yang terkena musibah dapat tunjangan khusus, sesuai undang-undang.

Bahkan dalam pasal 39 ayat (1) berbunyi “Pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, organisasi profesi, dan/atau satuan pendidikan wajib memberikan perlindungan terhadap guru dalam pelaksanaan tugas. Dikuatkan dalam ayat (5) berbunyi “Perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap risiko gangguan keamanan kerja, kecelakaan kerja, kebakaran pada waktu kerja, bencana alam, kesehatan lingkungan kerja, dan/atau risiko lain.

Nadiem Makarim nampaknya menangkap amanah UURI No 14 Tahun 2005 yang “memerintahkan” negara merawat guru. Guru yang tak terawatt, tak terlindungi dan tak dimartabatkan akan melahirkan masalah. Merawat guru hakekatnya adalah merawat “perawat” masa depan. Perawatan yang sangat-sangat tidak rugi bahkan sebuah investasi terbaik adalah “merawat” guru. Sejahterakan guru, lindungi guru, fasilitasi guru untuk terus meningkatkan kompetensinya.

Pepatah China mengatakan, “Jika Anda berencana untuk satu tahun, tanamlah padi. Jika Anda berencana selama sepuluh tahun, tanamlah pohon. Jika Anda berencana selama 100 tahun, didiklah manusia.” Pepatah ini menjelaskan peranan paling strategis adalah mendidik manusia. Itu semua hanya ada ditangan para pendidik yakni para guru. Ratusan tahun ke depan nasib bangsa ternyata ada ditangan guru.

Menanam padi itu penting. Menanam pohon juga penting. Namun menanam SDM jauh lebih penting. Itulah tugas guru. Ungkapan “SDM Unggul Indonesia Maju” adalah ungkapan betapa strategisnya peranan Si Penanam SDM yakni para guru. Kemdikbud dan PGRI diantaranya adalah organisasi dan lembaga negara paling menentukan Indonesia ke depan. Selamat berjuang para guru! Love Nadiem Makarim karena terlihat menyayangi para guru.

Pos terkait

banner 468x60