Sengkarut Dugaan Korupsi Jalupang Terkuak Adanya “Markus”?

Pewarta : Heryawan Azizi

KORAN SINAR PAGI,Karawang,- Peran Makelar Kasus (Markus) dalam konspirasi dugaan korupsi proyek penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPAS) Jalupang , dituding sangat kental. Hingga proyek yang menelan Anggaran 20 Miliar itu pun kemudian dapat di peti es kan.

Menurut pegiat anti korupsi Indonesian Corruption Investigation (ICI), Jawa Barat, Marwan Ali Hasan,SH yang mengungkap kembali kasus itu,dengan laporanya ke KPK.
Kepada Koran SP, (01/01/20). Marwan mengatakan, keterangan dari salah seorang Markus yang di dapati nya akan jadi pintu masuk mengungkap tuntas kasus Jalupang, menjadi produk Hukum.

“Pengumpulan bahan keterangan yang kami dapatkan dari salah seorang Markus,yang mengungkapkan secara detail dari awal terendusnya penyimpangan kebijakan dan Anggaran TPAS Jalupang. Akan menjadi alat bukti pengungkapan dugaan korupsi berjamaah Jalupang. Saya yakin akan jadi produk Hukum” Ungkap Marwan.

Disinggung perihal adanya markus, data apa yang di dapatinya. Marwan membeberkan, sejak awal kasus Jalupang jadi bancakan oknum tak bertanggung jawab sehingga pantas perkara jalan ditempat.

“Kronologis Kasus Jalupang, menurut keterangan Markus yang di akui nya sebagai pelapor dugaan korupsi itu ke pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Dia(Markus) mengakui laporan nya ke Kejati melalui salah seorang Staf Intel berinisial DD. Kemudian ditindak lanjuti dengan pemanggilan yang di antar langsung menemui Dedi Ahdiat sebagai Pengguna Anggaran, Ahmad Mustopa sebagai KPA dan Maman Suhaya. Semuanya selesai dengan Uang Ratusan juta hingga Miliaran Rupiah”Beber Marwan.

Marwan juga menambahkan bahwa menurut pengakuan Markus, aliran dana “suap” yang diberikan kepada Oknum Kejati di sebuah Hotel di Karawang.

” Pengakuan nya pihak Kejati yang langsung datang ke kantor Cipta Karya pada saat itu, menjemput Ahmad Mustopa, di sebuah Hotel. Uang suap dari Ahmad Mustopa sekitar 300 Juta, dari Maman Suhaya 250Juta dan dari Dedi Ahdiat tidak kurang dari 1Miliar. Pengakuan itu yang akan menjerat semua pihak yang terlibat dan mencicipi Uang rakyat, menjadi pintu masuk mereka ke hotel prodeo” Pungkas Marwan.

Sementata itu, kabar yang ber edar dilingkup Pemda Karawang, Pasca dilaporkanya kembali kasus Jalupang ke KPK. Konon Penanganya kini kembali ditangani Kejati Jabar. Bahkan telah dilakukan pemanggilan. Akan kah Kasus TPAS Jalupang menjadi produk Hukum atau kembali menjadi bancakan dan membusuk dibawah tumpukan sampah?u

(134)