Jalan Mempersiapkan Diri Meraih Sukses Di Era Industri 4.0

  • Whatsapp
banner 768x98

(Sherly Annavita Rahmi/Motivator Muda)

Tantangan kehidupan yang akan dialami oleh kaum muda di masa depan bukanlah hal yang sederhana. Bahkan tantangan tersebut akan semakin kompleks seiring dengan berjalannya waktu. Oleh karena itu, anak muda perlu mempersiapkan diri.

Hanya kaum muda yang siap untuk memenangkan persaingan ke depannya. Sehingga, kaum muda perlu menempa diri untuk menjadi generasi yang kuat dan mandiri. Sayangnya, masih banyak kaum muda yang mengutamakan perasaan dari pada sikap rasional.

“Ketika berhadapan dengan masalah, besarkan logika, kecilkan perasaan. Jangan baper,“

Seorang yang lemah tidak akan pernah memulai dan seorang yang pengecut akan kalah dan tidak akan berani untuk memulai kembali. Agama Islam mengajarkan bahwa anak muda perlu memiliki sikap optimisme.

Sekarang banyak kaum muda yang memiliki sikap yang serba nanggung dan merasa cukup dengan apa yang telah dicukupnya. Padahal, kaum muda dituntut untuk punya semangat agar bisa berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

“Jangan merasaa cukup dengan apa yang kita peroleh hari ini. Tapi, upayakan bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin. Jika merasa belum ada kesempatan, maka persiapkan diri secara matang karena, karena kesempatan lebih suka datang pada mereka yang siap

Masa depan adalah milik mereka yang telah mempersiapkan diri sejak dini. Sehingga, penting halnya bagi kaum muda untuk tidak berhenti mempersiapkan diri untuk menggapai masa depan yang cerah.

“Pastikan segala hal untuk selalu meninggkat. Jika hari ini baca satu buku, maka pastikan besuk hari baca dua buku dst. BIkin targetnya. Hanya mereka yang mau terus mengupgrade yang akan sukses”

Teruntuk kaum muda, jika sedang menghadapi persoalan yang rumit, maka berusahalah untuk memecahkannya. Pelajari permasalahan tersebut dan cari solusinya

Untuk meraih sukses di era industri 4.0, generasi milenial setidaknya harus memiliki dua kecenderungan (tren) dalam hidup, yaitu kolaborasi dan komuniti. Dua hal ini sangat menentukan dalam pengembangan seseorang di masa depan.

Bergerak sendiri, di saat jatuh juga sendiri. Berbeda dengan mereka yang bergerak dalam komunitas, akan banyak dukungan yang didapat.

“Jika pun terjatuh, masih ada yang menolong untuk bangkit,”.

“Apapun yang bisa kita lakukan selama kita berkalaborasi, maka ambil bagian,”

berbicara tentang milenial, berarti berbicara industri 4.0, sekaligus teknologi yang ada.

“Berapa lama kita habiskan waktu untuk bermain internet? Apa yang kita lakukan? Adakah bermanfaat untuk diri kita?”

Perubahan takkan terjadi tanpa akumulasi hal-hal kecil. Partikel terkecil perubahan, ada pada diri setiap orang.

“Di maindset (pikiran) kita sendiri,”

Ada dua teori perubahan di dunia ini, revolusi dan evolusi. Pertama revolusi cepat, anak muda bisanya cepat berubah, cepat memulai, cepat tau salah dan cepat memperbaiki.

“Lalu apa yang ditakutkan, gagal? Apa yang kita takutkan, pelajari dan taklukkan,”

Kedua evolusi, perubahan secara perlahan dan butuh waktu. Menurutnya, kesuksesan seseorang atau kelompok turut ditentukan oleh tingkat kecerdasan, daya tahan juang yang tinggi dan konsisten.

“Kita adalah apa yang kita baca. Apa yang kita lihat, apa yang kita dengar dan dengan siapa kita diskusi,”

Untuk mendapatkan segala sesuatu, seseorang harus berani melakukan sesuatu yang baru. Berusaha dengan cara-cara luarbiasa dan di atas rata-rata, sehingga hasilnya pun akan luarbiasa.

“Kegilaan melakukan hal yang sama berulang kali, untuk mendapatkan satu hal berbeda. Untuk lebih baik dari kemarin, dan esok lebih baik dari hari ini.

Maka penting bagi kita berani bersikap, memiliki optimisme tinggi dan keyakinan dalam mewujudkan perubahan.

“Jangan jadi anak muda pengecut. Hidup cuma sekali, ayo kita hidup yang bearti. Akan ada yang berubah, akan ada yang bertahan. Tapi satu yang pasti, harapan, keyakinan dan cita-cita harus terus di perjuangkan,”

Pemuda itu dibagi menjadi 4 generasi tipe manusia yang ada di muka bumi ini:

Yang pertama ialah manusia pesimis. Manusia ini merupakan manusia yang selalu berpikiran sempit dan apabila ditanya mengenai masa depan, maka ia akan menjawab dengan kata “ah”.

Yang kedua ialah, manusia realistis. Karakter manusia realistis ini dibentuk oleh pengaruh lingkungan, bukan ia yang membentuk lingkungan. Jika lingkungannya baik, maka ia akan baik dan juga sebaliknya. Tipe manusia ini apabila ditanya mengenai masa depan maka ia akan menjawab dengan kata “ya sudahlah”.

Yang ketiga ialah jenis manusia optimis. Manusia dengan tipe ini melihat sudut pandang segala suatu dari sisi optimisnya, memiliki goals, visi dan misi. Setidaknya kita masuk dalam tipe manusia ini.

Dan yang keempat merupakan jenis manusia progresif, selalu punya cara yang kreatif, cerdas dan inovatif untuk menghadapi tantangan zaman. Selanjutnya ia juga menyampaikan bahwa sebagai anak muda kita harus memiliki visi dan misi dalam hidup. Karena, mereka yang tidak punya visi dalam hidup akan menjadi bawahan orang-orang yang memiliki visi tadi.

4 Kualitas Sikap Anak Muda

Bukan hanya itu, ia juga menyampaikan 4 kualitas anak muda yang harus dimiliki guna menghadapi tantangan zaman, yaitu:
Pertama, “be a good one” memberikan segala yang terbaik di setiap kegiatan yang dilakukan.

Kedua, “be a better one” hiduplah dengan target dan goals. Dia akan selalu berusaha dengan apa yang telah di targetkan.

Ketiga, “be the best one” jadilah seseorang baik, sebaik yang kalian bisa. Jadikan kritikan orang lain sebagai masukan untuk membuat kita menjadi lebih baik. Maka penting mengenali passion diri kita sendiri guna memudahkan untuk meraih target yang telah ditentukan.

Keempat,”be an excellent one” karena sejarah akan mencatat orang-orang bermanfaat bagi bangsa. Setidaknya, tinggalkan satu karyamu untuk bangsa ini sebelum kematian menjemputmu.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90