RSUD Garut Kini Miliki Mesin Sterilisasi Limbah B-3

Pewarta : Asep Darojat- Heryawan Azizi

Koran SINAR PAGI, Garut,- Dalam Tahun Anggaran 2019, RSUD dr.Selamet Kabupaten Garut menerima bantuan Pemerintah, melalui Kementrian Kesehatan RI. Bantuan Keuangan untuk pengadaan seperangkat mesin penetral sekaligus pencacah Limbah Bahan Beracun Berbahaya(L-B3).
Mesin buatan Spayol tersebut menurut Dadang,,salah seorang tim tehnis PT.Royal MedPro. Perusahaan Jakarta sebagai pihak Ke Tiga pemenang tender.

Dadang menjelaskan cara produksi Mesin yang menelan Anggaran ebih dari 4Miliar itu terdiri dari Tiga mesin, sterilisasi, pencacah limbah dan pembuangan yang ramah lingkungan.

“Mesin ini memiliki tiga fungsi, steril, pencacah dan pembuangan yang tidak menimbulkan dampak lingkungan lagi. Kandungan B3 nya sudah steril. LTelah teruji dengan ijin operasinal resmi dari KemenLH. Di seluruh Rumah Sakit di Indonesia baru Delapan yang telah memiliki alat ini” Jelas Dadang.

Sebagai penerima Bantuan, pihak RSUD, dr.Selamet melalui Pejabat Pelaksana Tehnis Kegiatan (PPTK), Deni kepada Koran SP, Selasa(24/12)mengatakan pihak nya selaku penerima dan pelaksana tehnis seyogyanya menyambut dan berperan serta sedapat mungkin agar proyek dari pemerintah terlaksana tepat waktu.

” Kami sebagai penerima sangat senang akhirnya Kabupaten Garut memiiki mesin untuk menanggulangi masalah Limbah(B-3). Sebagai pelaksana tehnis Kami upayakan kegiatan ini kelar tepat waktu hingga jadwal uji coba rencana nya pekan ini, Semoga tidak ada kendala dan dapat dirasakan manfaatnya oleh Masyarakat, Garut” Ujar Deni

Ditemui ditempat yang sama, Ketua Umum LSM Bhati Negeri Bela Rakyat(BNBR), H. Zaenal Sholihin memberikan Apresiasi dengan teraksana nya RSUD Garut miliki mesin limbah B3.

“Kami yang mengawal pelaksanaan kegiatan dari mulai penurunan hingga penempatan Mesin ini. Jika mendengar cara kerja mesin dan legalitas nya,Saya rasa sangat dibutuhkan untuk menanggulangi Permasalahan Limbah B3 yang sangat pelik. Hasil uji coba nanti yang akan jadi bukti sejaum mana manfaatnya” Ujar Zaenal

(64)