Harimau Sumatera Kembali Meneror Warga Muara Enim

Pewarta : Iwan Brata

Koran SINAR PAGI, Kab.Muara Enim,- Akhir – akhir ini, kerap didapati kabar Harimau menyerang bahkan memangsa manusia, tidak hanya itu, hewan buas dilindungi ini juga memangsa ternak warga Desa Pulau Panggung, Kecamatan Semende Darat Laut (SDL), Kabupaten Muaraenim.

Seperti yang terjadi kemarin, Selasa (24/12/19), dimana Mulik, salah satu warga Semende saat menginap di pondoknya, Ia melihat langsung harimau memakan kerbaunya sekitar pukul 19.00 WIB, Mulik pun berinisiatif menelpon tetangga kebunnya bernama Karial (49 tahun), memberitahukan keberadaan harimau di dekat pondoknya, dan meminta pertolongan untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada masyarakat setempat dan sekaligus meminta jemputan untuk dievakuasi dari pondok. 

Kemudian Karial menelpon ke warga desanya, yang terus dilaporkan ke Polsek Semendo, lalu Polsek Semendo menurunkan tiga orang personelnya dan dua personil dari Kodim serta warga setempat, hingga berjumlah 50 orang dengan bersenjatakan senjata tajam dan kayu langsung menuju kebun Mulik yang berjarak sekitar satu kilometer.

Sekira pukul 19.20, rombongan tiba dikebun Mulik dan langsung melakukan evakuasi bersama hewan ternaknya ke Desa sekitar pukul 22.00.

Tokoh masyarakat Semendo Deraini, meminta dan mengharapkan pihak terkait untuk serius menangani serangan harimau ini, sebab sudah banyak memakan korban jiwa, “Meskipun Harimau adalah hewan dilindungi, namun tidak boleh sampai memangsa manusia,” katanya.

Menurutnya, akibat teror Harimau tersebut sebagian warga Semendo jadi takut kekebun dan ke sawah, jika ini dibiarkan lama dikhawatirkan akan timbul permasalahan sosial seperti kelaparan, tingkat kejahatan meningkat dan lain-lain, karena masyarakat tidak bisa lagi mencari nafkah, tambahnya.

“Saya heran, sepertinya lebih berharga nyawa harimau daripada nyawa manusia,” tegas mantan anggota DPRD Muaraenim ini.

Kapolres Muaraenim AKBP AfnerJuwono melalui Kapolsek Semendo AKP Fery membenarkan kabar tersebut, “Memang ada warga yang minta jemput untuk pulang karena ada Harimau,” ungkapnya.

Saat ini, kata dia, semua warga sudah berhasil dijemput dan kondisi aman, pihaknya menghimbau agar untuk sementara waktu tidak melaksanakan aktivitas di kebun kopi atau sawah didaerah Pagar Embun tersebut, karena diperkirakan harimau tersebut masih berada di daerah tersebut dan diduga kelaparan.

(54)