Sehari Jelang Natal, Warga Mesuji Bentrok

Pewarta : Iwan Brata

Koran SINAR PAGI, Mesuji,– H-1 menjelang perayaan Natal, Selasa (24/12/19), sekira Pkl. 08.20 wib, terjadi kerusuhan di wilayah kawasan register 45 Mesuji, beberapa rumah warga rusak berat dan ada korban luka senjata tajam.

Hingga kini konsentrasi massa masih terjadi di wilayah Kelompok Karya Tani KHP Reg 45 SBM. Polisi TNI mulai berjaga dilokasi.

Informasi dilokasi kejadian ratusan massa menyantroni kelompok Wayan Ana cs, yang kerap meresahkan para petani, dengan menyetop proses pembajakan lahan Fasum Desa yang dikerjakan warga kelompok Karya Tani KHP Reg. 45 SBM.

Kesal dengan ulah Wayana, massa yang berjumlah sekitar 200 orang datang dengan mengendarai sepeda motor dengan membawa senjata tajam dan kayu bermaksud menemui Wayan Ana Cs. Terkait dengan aksi klaim dan penyetopan bajak dilahan Fasum desa yang sedang dikerjakan oleh warga.

Sebelumnya, Sabtu 21 Desember 2019 telah dilaksanakan kegiatan pertemuan dan musyawarah antara warga Karya Tani dan kelompok Wayan Ana Cs terkait dengan klaim lahan warga yang dilakukan Wayan Ana Cs. 

Kemudian telah disepakati bersama antara kedua belah pihak akan diselesaikan dalam waktu 15 Hari, dengan batas waktu tanggal 5 Januari 2019.

Namun, pada hari Senin 23 Desember 2019 Wayan Ana Cs melakukan penyetopan bajak dilahan dan Wayan Ana mengklaim lahan Fasum desa seluas 2,5 ha yang terletak di belakang kediamannya, dan di sebelah Masjid Karya Tani KHP Reg 45 SBM adalah miliknya.

Ulah Wayan kepada warga itu, dianggap meresahkan, dan warga melaporkan peristiwa kepada Ketua ke;lompok Ketut Sukarte. Pada Hari Senin, 23 Desember 2019 sekira pkl. 08.00 wib seluruh pengurus kelompok (RT/RK) berkumpul di kediaman Ketut Sukarte utuk membahas permasalahan itu.

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa warga sepakat akan mengusir Wayan Ana Cs dari lokasi Kelompok Karya Tani karena jika dibiarkan maka akan timbul masalah baru. Pada pkl. 08.00 wib warga gabungan berbagai suku  dengan mengendarai ratusan sepeda motor menuju kediaman Wayan Ana yang saat itu berada dirumahnya bersama dengan anak anaknya dan Sobirin.

Sebelum massa datang Ketut Sukarte sudah menyampaikan kepada Wayan Ana bahwa massa akan datang, namun Wayan Ana  tidak menggubrisnya bahkan sempat melawan sehinga warga emosi dan mengejar Wayan Ana dan sebagian warga merusak dan menghancurkan rumah WayanAna.

Aksi massa bisa diredam oleh anggota Polres dan TNI sehingga tidak ada korban tambahan. Wayan Ana yang dikeroyok massa mengalami luka sobek pada bagian kepala dan saat ini di rujuk ke RSUD Ragab Begawe Caram Mesuji utk dilakukan pengobatan.

(35)