Kades Sukalilah, “Keterlambatan Pencairan Anggaran, Hambat Jalannya Pembangunan”

Pewarta : Agus Lukman

Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,- Anggaran desa yang bersumber dari bantuan keuangan pemerintah daerah, Provinsi hingga pusat, ditujukan untuk membangun desa daerah masing- masing, Seperti dana Infrastruktur dan dana desa banyak disoroti publik, pembangunannyapun telah diatur oleh perencanaan yang matang dengan melakukan musrenbangdes, dimana pembangunan tak bisa keluar dari yang telah disepakati hasil musrebang

Halnya didesa Sukalilah Kecamatan Cibatu kabupaten Garut Jawa Barat realiasasi penggunaan seperti Dana infrastruktur dari bantuan keuangan Gubernur, dilakukan dengan hati – hati dan tenaga pelaksana bangunan menggunakan warga desa setempat.

Setiap pembangunan tak akan selesai secara cepat karena pekerjanya dari warga desa Sukalilah, sehingga pekerjaan selalu lamban akibat pekerja kurang, keterelambatan pencairan anggaran dan situasi alam, demikian dikatakan Yudi Jaelani kepala desa Sukalilah

Pekerjaan yang belum selesai, bukan tidak di kerjakan namun situasi kondisi di lapangan beda teori dengan kegiatan masyarakat, sedang yang mengerjakan masyarakat setempat, tandasnya

Seperti dana bantuan keuangan Gubernur (dana IP) direaliasikan bukan 100 juta rupiah, tapi anggaranya sisa 82 juta rupiah untuk diterapkan pembangunannya karena pipotong pajak, dan pembelian HP untuk para RW, kini belum selesai dalam tahap penyelesaian yang hanya kurang nya volume pekerjaan 27 kubikasi lagi sedang dugarap pelaksanaannya.

“Apa yang yang disangkakan pembangunan tak selesai, kini sedang dilanjutkan karena kurang pekerja bangunan dan harus yang ahli dalam pembangunan.Yang penting akhir tahun 2019 semua proses pembangunan selesai sesuai dengan besarnya bantuan yang dialokasikan,” ucap Yudi

Lanjut Yudi sama seperti pembangunan lapang volly, bukan tidak dikerjakan, tapi dilapangan terkendala dengan alam karena bantuan keuangan ke desa, saat musim kemarau tiba, sehingga air sulit didapat untuk mengolah menyatukan beberapa bahan semen dan pasir, tandasnya

Tak itu saja tandas Yudi bahan bangunan telat masuk dari toko material, hingga sempat 2 minggu kebelakang akibat pasokan solar untuk kendaraan sehingga tersendat pengiriman bahan dari toko material, ujarnya

Dia tegaskan untuk pengerjaan pembangunan infrastruktur dilakukan sesuai spek yang direncanakan memakai bahan yang berlisensi SNI

“Semua bantuan keuangan baik dari pemerintah daerah, Gubernur hingga pusat, akan selesai dibulan ini. Dan semua bahan material bangunan sesuai spek yang telah ditentukan yang berlisensi SNI,” pungkasnya

(135)