Pemberdayaan Masyarakat Dalam Gerakan Penanaman Untuk Pemulihan DAS Ciletuh

  • Whatsapp
banner 768x98

Kolaborasi Penyuluh Kehutanan dengan Penyuluh Kehutanan Swadahya Masyarakat (PKSM) dan Kelompok Tani HUTAN (KTH) Giri Raharja.

Oleh : Sugama
(Penyuluh Kehutanan Jawa Barat)

Musim hujan telah tiba, petanipun telah bersiap-siap menyongsongnya dengan mengolah sawah dan ladangnya. Memasuki musim tanam awal tahun 2020 ini masyarakat juga telah mempersiapkan lahan-lahan kosong (lahan Kritis) untuk ditanami pohon kayu-kayuan dan buah-buahan. Kesadaran masyarakat untuk merehabilitasi lahan kritis ini, selain karena penerangan yang intensif dari Penyuluh Kehutanan juga karena dampak musim kemarau panjang tahun 2019.

Dampak musim kemarau panjang Tahun 2019 memang sangat terasa bagi masyarakat Sukabumi, terutama di Wilayah Selatan Sukabumi (Daerah Jampang). Selain banyak tanaman padi dan palawija yang gagal panen, dan usaha ternak yang mandeg, masyarakat juga mengalami kesulitan dalam mendapatkan air, sehingga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari saja harus beli.

Semangat untuk menanam pohon ini perlu digelorakan, khususnya di Kawasan selatan Sukabumi. Hal ini bukan semata untuk melestarikan alam, tetapi juga untuk mencegah dan mengantisipasi bencana, seperti kekeringan di waktu musim kemarau.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sudrajat mengatakan, lahan pertanian yang terkena dampak kekeringan pada Tahun 2019 seluas 2.536 hektare, Sementara yang terancam kekeringan mencapai 4.373 hektare (Radar Sukabumi, 03/07/2019).

Gerakan penanaman pohon di lahan kritis telah dideklarasikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan kamil di Kawasan Bandung Utara (KBU), Kabupaten Bandung, (Senin, 9/12/2019). Rencananya Pemprov Jawa Barat pada tahun 2020 ini akan menanam pohon sebanyak 25 juta pohon.

Menindak lanjuti Gerakan Jabar menanam ini, Penyuluh Kehutanan Wilayah Sukabumi terus mensosialisasikan semangat menanam pohon untuk memulihkan lahan kritis. Gerakan menanam ini diawali dengan penanaman 6.000 pohon pada lahan seluas 6 hektar, di Kampung Cibinong/Giri Asih, Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut terselenggara atas kolaborasi antara Penyuluh Kehutanan dan Kelompok Tani Giri Raharja, serta PKSM Sukabumi sebagai penyandang dananya.

Kegiatan penanaman ini persiapannya dimuali sejak hari sabtu (14/12/2019), dengan pemasangan ajir dan lubang tanam serta pemberian pupuk kandang. Pada malam harinya, dilanjutkan acara diskusi dengan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya Haji Maman Suparman, seorang PKSM dan merupakan tokoh masyarakat setempat, mengatakan bahwa dalam memberdayakan Masyarakat Desa ini, suatu gerakan yang dicanangkan harus terlihat, teraba, dan terasa oleh masyarakat, Setelah semuanya terlihat dan nyata baru masyarakat akan percaya dan mau melaksanakannya.

Selanjutnya Haji maman Juga menerangkan bahwa kolaborasi ini adalah suatu metode kerja sama yang mengedepankan kebersamaan, berbagi peran, dan hasilnya adalah kemandirian.

“Harapan saya adalah hasil pendampingan dari Penyuluh Kehutanan ini berupa kemandirian dari masyarakat sehingga tidak lagi tergantung pada kegiatan merambah hutan”, tambah nya.

Koordinator Penyuluh Kehutanan Wilayah Sukabumi, Iman Rusmandar menjelaskan bahwa gerakan penanaman ini adalah sebagai edukasi dan untuk memberikan contoh kepada masyarakat agar tergerak untuk menanaman pohon. Iman dengan jajaran Penyuluh Kehutanan lainnya, panjang lebar memaparkan tentang teknis cara menanam pohon dengan segala fungsi dan manfaatnya bagi kehidupan manusia dan mahluk lainnya.

Dalam pertemuan itu juga dipaparkan manfaat keberadaan pohon dalam menunjang kegiatan Aneka Usaha kehutanan non Kayu. Seperti budidaya lebah madu trigona (teuweul), budidaya Ulat sutra, dan jamur kayu. Dan dijelaskan pula, bahwa bila pengelolaan lingkungan dan penataannya dilakukan secara baik, kampung tersebut dapat dijadikan sebagai tujuan Kampung Wisata Kehutanan (Agroforestry Ekowisata).

Menanggapi pemaparan dari Tim Penyuluh Kehutanan tentang kegiatan Aneka usaha kehutanan non kayu ini, Haji maman meresponnya dengan akan mengirimkan beberapa orang kader muda dari kampung tersebut untuk mengikuti pelatihan dan pemagangan. Diharapkan nantinya kader-kader muda tersebut dapat menjadi mentor bagi masyarakat lainnya di kampung tersebut.

Pada hari minggu paginya gerakan penanaman dilaksanakan. Hadir dalam kegiatan tersebut Penyuluh Kehutanan, PKSM, Penyuluh Pertanian Kecamatan Waluran, jajaran Aparat Desa Waluran Mandiri, dan anggota Kelompok Tani Giri Raharja serta masyarakat setempat. Untuk selanjutnya kegiatan penanaman itu diserahkan kepada kelompok tani dan masyarakat setempat, dengan metode penanaman sistem Agroforestry, yang memadukan penanaman pohon kayu-kayuan dan bauh-buahan dengan empon-empon atau palawija. Sebagian besar masyarakat setempat memadukankannya dengan menanam padi gogo.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90