Kisah Sukses Risna Oktapiani Santri M.A Persis Terbitkan Buku 287 Halaman

Pewarta: Dwi Arifin S.Pd

Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Sinopsis buku novel Dibalik Skenario, penulis: Risna Oktapiani. “Untuk mencintai dia dalam kesungguhan do’a dan celah dalam jarak, ternyata itu sedikit memberi luka. Terlebih lagi ketika ia yang dicinta dalam diam ternyata mencintai seseorang yang lain. Mengetahui itu hanya ada dua pilihan, pergi untuk melupakan atau tetap bertahan dengan banyak luka yang datang bertubi. Naysa memilih untuk bertahan karena yang ia rasa, memang sulit ketika cinta yang sudah tertanam dalam hati harus dilupakan begitu saja”

Tapi, kali ini ia harus mengikhlaskannya. Menjauh pergi supaya tak lagi bertemu dengan Bayu. Setelah kelulusannya dari MA, pondok pesantren menjadi sebuah tempat tujuan yang ia jadikan alasan untuk mengikhlaskan Bayu dan lebih mendekat pada Allah.

Tidak ada kata lelah untuk berdo’a, tidak ada kata menyerah untuk berhenti memperbaiki, dan akhirnya Allah mempertemukan ia dengan seorang ikhwan yang memiliki akhlak sempurna. Jika ditanya soal rasanya pada Bayu, tentu saja di hatinya masih tertanam rasa untuknya, walaupun luka seringkali menyanyat hatinya.

Pertemuannya dengan seorang ikhwan di pesantren itu akankah membuat ia lupa dengan cintanya pada Bayu?. Hanya waktu yang akan menjawab kisah dibalik skenario taqdir-Nya. Naysa hanya terus melanjutkan do’a untuk meminta jodoh dunia akhirat yang benar-benar bisa membimbingnya sampai bisa bertemu kembali di surga-Nya.

Dari untain kata diatas kita sedikit mengenal tentang isi buku yang bertebal 287 halaman. Cukup tebal ya, dari mana ide yang menjadi buku itu berawal? bagaimana proses dalam penulisannya?, seperti apa penulisnya? Yu… kita kenali orangnya.

Dalam wawancara bersama wartawan media cetak dan online, Risna menjelaskan tentang buku dan dirinya.

“Awalnya, sejak SD Risna sudah dikenalkan dengan cerita-cerita di dalam buku oleh kedua orang tua. Ya, semacam dongeng kancil. Setelah itu ketika masuk MTs, Risna sangat senang pergi ke perpustakaan sekolah untuk membaca buku. Selain tempatnya yang sangat sepi, disana juga risna bisa menambah banyak ilmu. Awalnya Risna senang membaca novel, bahkan hampir semua novel yang tersedia di perpustakan sekolah sudah habis di baca. Hingga akhirnya Risna memiliki inspiratif untuk menulis, karena kekaguman Risna pada sebuah novel di perpustakaan sekolah yang berjudul “Perempuan Mencari Tuhan.” Namun, semua itu bisa Risna mulai semenjak memasuki kelas 10. Risna mengikuti ekskul jurnalistik yang dibina oleh Ibu Eva. Selain ingin menjaadi penulis, Risna juga sangat ingin memiliki perpustakaan kecil di rumah sendiri. Semuanya di mulai disini, hoby dan bakat Risna diluapkan ketika kelas 11 menuju semester 2. Karena saat itu, Risna mendapat motivasi yang besar dari seseorang. Dan Risna ingin menunjukkan, bahwa Risna juga bisa!.” Ungkapnya kepada wartawan saat ditemui sore hari di tempat Kuliner Nafiz Katapang- Bandung, didampingi sahabatnya Dinan dan Aditha (13/12/2019)

Risna Oktapiani bersama teman sekelasnya M.A Persis 60 Katapang Bandung

Risna Oktapiani bersama teman sekelasnya MA Persis 60 Katapang Bandung[/caption]

Santri MA Persis 60 Katapang yang memiliki ciri khas pemalu, namun murah senyum, kaya dengan perbendaharaan kata, dan  memiliki daya tarik untuk akrab dengan teman dekat maupun teman barunya. Sebelum berhasil menulis buku hingga bisa diterbikan oleh penerbit, Risna sempat ikut beberapa lomba dengan berbagai aturan kepenulisan, mengikuti berbagai group Watshapp tentang dunia menulis untuk belajar online dan aktif di Komunitas Penulis Nusantara saat itu. Mulai dari sana bakat menulisnya tumbuh berkembang dan berbuah.

“Senang dan terharu  juga, akhirnya bisa membuat kedua orang tua bangga dengan terbitnya buku ini. Pas Risna ngasih buku ini pada orang tua, mereka terlihat sangat bahagia dan terharu karena perjuangan risna selama ini akhirnya tercapai. Melalui buku ini, Risna ingin membuktikan bahwa Risna bisa berkarya, menunjukkan bahwa santri juga bisa berkarya, bermanfaat untuk orang lain dan belajar mandiri untuk menghasilkan uang melalui keahlian menulis. Honor nulisnya masuk ke rekening Mama, ya meskipun hanya dapat 15% dari setiap pembelian buku. Tapi Risna yakin, inilah jalannya menuju arah yang jauh lebih sukses di kemudian hari. Sedikit demi sedikit Risna juga harus menabung untuk biaya kuliah, karena Risna tidak ingin terus menyusahkan kedua orangtua Risna. Dan semoga dengan bakat yang berupa nikmat terbesar dari Allah ini menjadi jalan menuju kesuskessan dunia dan akhirat.”

Saat ditanya niat dan tujuan membuat karya tulis berupa buku, Risna menjawab, “Kita harus melihat kepada para ulama persis yang ternyata telah mengenal dunia literasi. Banyak buku-buku yang diterbitkan, contohnya Bulughul Maram A.Hassan, karya-karya Ustadz Aceng Zakariya, bahkan sekarang sudah banyak lagi buku yang ditulis oleh Dewan Hisbah Persis. Sebenarnya yang membuat Risna ingin menjadi seorang penulis itu karena kita hidup di dunia tidak selamanya, kita tentu akan mati meninggalkan semuanya, kecuali amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan do’a anak yang sholeh. Dan Risna ingin, Risna tetap bermanfaat untuk bumi Allah melalui sedikit ilmu yang Risna bagi melalui tulisan. Dan benar-benar berharap bahwa tulisan itu bisa menjadi amal jariyah untuk Risna, kedua orangtua dan para guru yang telah mendidik Risna sampai saat ini.”

Dalam obrolan terahir, Risna menyimpulkan bahwa menulis itu menyenangkan. Kita melatih menegement psikologi pembaca melalui kalimat demi kalimat. Prosenya juga melatih kesabaran dan komitmen tentang target yang harus kita tuju. Misalnya, buku ini kan jumlah halamannya 287, kalau diinget-inget ini dimulai ketika bulan februari hingga beres di bulan juni. Walau sesibuk apapun, kita harus bisa membagi waktu secara efektif. Jangan lupa dengan kegiatan sekolah, di rumah, dan ibadah juga jangan sampai terbengkalai. Tapi jadikanlah bahwa hal ini yang akan terus mendekatkan kita pada Allah.

Ya… kalau lagi jenuh, Risna suka ke mushola/masjid untuk mengikuti kajian, atau baca buku diperpustakaan jadi jenuhnya juga tersalurkan dengan baik. Karena kedua tempat itu juga yang membuat Risna nyaman sampai saat ini.

Risna juga boleh cerita ya ke Aa wartawan? jadi gini, Risna kedepannya ingin kuliah jurusan sastra, kebetulan punya keahlian dalam bidang menulis, sehingga dengan ini bisa membantu biaya kuliah. Alhamdulillah orang tua juga ngedukung dengan dunia menulis ini. Sebelum ketemu Aa, Risna juga sudah ngobrol sama orang tua, kalau ada lowongan jurnalistik di koran Aa atau sejenisnya, nanti bisa “part time” mengembangkan bakat dan menambah kemandirian disana atau penghasilan tambahan juga hehe. Ucapnya menutup obrolan wawancara.

Bantu Risna promosi bukunya ya…

Ini link penerbitnya www.guepedia.com

Untuk pemesanan bisa langsung melalui

Tokopedia : https://www.tokopedia.com/guepedia/dibalik-skenario

Bukalapak: https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/buku/novel/21d84bt-jual-dibalik-skenario

Penulis: Risna oktapiani

Ukuran : 14 x 21 cm
Tebal   : 287 halaman

ISBN   : 978-623-7392-12-5

Terbit   : Juli 2019

Harga  : Rp 101.000

Email : guepedia@gmail.com

WA di 081287602508

Happy shopping & reading
Enjoy your day, guys

(107)