Abd.Jamiludin, “Dengan Pemberdayaan, Bisa meningkatkan Taraf Kesejahteraan Masyarakat,”

Pewarta : Iwan Brata

Koran SINAR PAGI, Kab.Muara Enim,- Pemberdayaan masyarakat sesungguhnya upaya merubah pola perilaku masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian lewat empat aspek yaitu, perlindungan sosial, peningkatan kapasitas, peningkatan aksesibilitas dan pemanfaatan potensi lokal.

Di bidang perlindungan sosial dan ekonomi, kebijakan pemberdayaan masyarakat harus diarahkan untuk menanggulangi masalah bencana alam, penyandang masalah kesejahteraan sosial dan bantuan kepada masyarakat miskin, termasuk didalamnya fasilitas pembentukan BUMDes dan pengembangan kawasan perdesaan.

Sementara di bidang peningkatan kapasitas, kebijakan pemberdayaan masyarakat harus menjawab masalah sumber daya aparatur pemerintahan desa dan BPD, masalah kesehatan, pendidikan, kesejahteraan dan infrastruktur pendukung.

Selanjutnya di bidang peningkatan aksesibilitas, harus diarahkan untuk menyediakan akses terhadap sumber daya, akses terhadap teknologi dan akses terhadap pembiayaan.

Dan di bidang pemanfaatan potensi lokal, pemberdayaan masyarakat harus mampu menyediakan seperangkat teknologi tepat guna sesuai potensi lokal, penyediaan pasar bagi terciptanya aktifitas ekonomi masyarakat serta fasilitas kelompok pengelola prasarana.

“Untuk melaksanakan semua kebijakan pemberdayaan masyarakat tersebut, faktor utama yang harus dilaksanakan yakni melakukan identifikasi kebutuhan masyarakat melalui pengkajian dan pengembangan,” kata Abdul Jamiludin,SH, Kasi Pemberdayaan Kecamatan Lubai Ulu, saat ditemui koransinarpagijuara.com, Kamis (12/12/19).

Dengan pemberdayaan seperti pelatihan menjahit, pembuatan tahu tempe dan lain – lain yang bersifat keterampilan, bisa memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat, ujar Jamil (sapaan akrabnya) yang sudah mengabdi di Kecamatan Lubai Ulu sejak dari 2012 dan akan berakhir masa jabatan (pensiun) pada 2022 nanti.

(59)