Komisi 2 DPRD Medan : Jangan Banyak Anggaran Silpa

Pewarta : Ester

Koran SINAR PAGI, Kita Medan,- Ketua Komisi 2 DPRD Kota Medan Aulia Rahman menyebutkan kabag-kabag Pemko Medan harus bisa melaksanakan program di akhir tahun ini. Kalau bisa jangan terlalu banyak anggaran yang jadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa), sebab, jika banyak terjadinya Silpa berarti merUgikan masyarakat, karena anggaran tidak dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat Kota Medan.

Hal itu diungkap Ketua Komisi 2 DPRD Medan Aulia Rahman saat rapat dengar pendapat (RDP) di gedung dewan bersama kabag-kabag Pemko Medan, Senin (09/12/19),

Rapat dipimpin Aulia Rahman itu dihadiri Kabag Sosial dan Pendidikan Khoruddin Ranggkuti, Kabag Keagamaan Adlan membahas penggunaan dana APBD tahun 2019 yang diperuntukan bagi kepentingan masyarakat.

Menurut Khoruddin dana yang ada tahun 2019 sekitar Rp.63 miliar. Yang banyak menyerap anggaran program bantuan jasa, mencakup bantuan bilal mayit, penggali kubur dan bantuan jasa lainnya.

Ada Program Tidak Terlaksana

“Untuk bantuan jasa penjaga rumah ibadah, bulan ini masuk pembagian yang ke tiga, komulasinya sekitar 85% dana yang sudah di salurkan dari anggaran yang ada,” jelasnya

Menanggapi hal itu anggota DPRD Wong Chun Sen mengatakan, dana yang sudah dikucurkan harus sampai ke masyarakat, kalau ada silpa berarti ada program yang tidak terlaksana.

Anggota DPRD Medan Dhiyaul Medan menyoroti masalah narkoba, yang harus terus disosialisasikan oleh kabag sosial kepada masyarakat. Pengaruh barang haram tersebut sudah sangat meresahkan warga Medan.

(18)