Masih Ada Somasi? Asosiasi Televisi Kabel Harapkan Aman Usaha Di Negeri Sendiri

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, KPID Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan anugrah kepada Insan Penyiaran dalam pegelaran KPID Award ke 12 tahun ini. Pada malam anugrah apresiasi insan penyiaran TV dan radio lokal di Jawa Barat. Dengan tema mengukir prestasi anak negeri diera digital menuju jabar juara lahir dan batin. Acara berlangusung di Suagi Grand Ballroom Hotel Papandayaan Kota Bandung (06-12-2019)

Pada kesempatan tersebut, Sekjen Asosiasi Televisi Digital Indonesia, Tulus Tampubolon, menjelaskan “dunia penyiaran merupakan denyut nadi bangsa, berperan sebagai kontrol untuk kemajuan, dengan mendorong partisipasi masyarkat. Baik melalui industri hingga insan pers itu sendiri, dengan profesional untuk berdaya saing. Karena kita bersaing saat ini global,TV digital hadir memenuhi hak masyarakat memperoleh informasi, jelasnya kepada wartawan.

Tulus memaparkan kualitas SDM berpengaruh kepada konten, digitalisasi bentuk efesiensi berbasis inovatif, pemirsa tv anolog banyak yang migrasi ke digital. Pemerintah harusnya lebih berperan membangun infakstruktur untuk jangkaunnya. Karena kita sudah melakukan penyiran setiap provinisi.

Secara tidak langsung Televisi Digital sudah berperan memperbaki bangsa, melalui edukasi, kontrol, dan entertaiment, bersama pemerintah kita wujudkan percepatan semua sektor, tuturnya

Disisi lain Sujiono  Pengurus Asosiasi Televisi Kabel Indonesia se-Pulau Jawa menjelaskan “ Kegiatan hari ini adalah Talk show di Inspira dan Nusantara TV  bersama KPID Jabar. Tentang Regulasi yang berkeadilan untuk TV berlangganan jaringan TV kabel dan satelit. Kami berlandaskan Undang-Undang Penyiaran nomor 32 tahun 2002. TV berlangganan 90% wajib menyiarkan konten lokal hingga nasional.  Hadirnya TV Kabel satelit yang mampu menyiarkan kepada masyarakat yang tidak terjangkau TV nasional. Seperti masyarakat di pinggiran atau wilayah blank spot.

Saat ini kami mengurus pembayaran perizinan seperti TV lain dan mengikuti aturan pemerintah melalui Kemeninfo.  Jadi biarkan pengusaha TV ini menjadi pengusaha yang aman untuk usaha di negeri sendiri.  Jangan sampai kita jadi penonton pengusaha kelas kakap saja. Mohon pemerintah dukung langkah ini yang bertujuan membangun negeri, melalui tangan pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sujiono menyimpulkan, adanya kasus yang menimpa anggota kami karena persaingan usaha yang terjadi di daerah menjadi perhatian khusus. Regulasinya sudah jelas, tapi menjadi tidak jelas, kalau belum sejalan menjabarkan Undang-udang penyiaran. Ininya jangan sampai ada somasi terhadap penyiaran. 

(50)