Enam Belas Warga Palabuhanratu Kena Operasi Tangkap Tangan (OTT)

Pewarta : Ayi Suherman

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi,- Petugas gabungan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap enam belas orang warga saat membuang sampah sembarangan di Jembatan Cigangsa Jalan Pangsor, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (05/12/19). Mereka langsung menjalani sidang di tempat karena melanggar Peraturan Daerah (Perda).

Sidang penindakan pelanggaran Perda tersebut dipimpin oleh Hakim Ketua, Agustinus, SH dan Jaksa Penuntut Umum, Wardianto, SH dengan sanksi yang diberikan kepada pelanggar sebesar Rp.100.000 atau kurungan penjara tiga hari sebagai bentuk peringatan pertama.

Sesuai aturan yang dimaksud tertuang dalam aturan Perda Nomor 13 tahun 2016, ancaman Rp.15 juta sampai kurungan dua bulan diberlakukan kepada warga yang tetap ngeyel meskipun sudah mendapat teguran dan sanksi ringan

Kepala Bidang Kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Denis Ariska menyampaikan, bahwa kegiatan ini sesuai dengan Perda Nomor 13 tahun 2016 tentang Pengelolaan Sampah dan Retribusi Pelayanan Persampahan / Kebersihan.

“Jadi ini sanksi yang dikenakan kepada warga masyarakat yang membuang sampah ke badan-badan air seperti sungai, selokan, situ serta kelaut. yang kedua juga membuang sampah ke lahan terbuka yang bukan peruntukan untuk pembuangan sampah,” ujarnya.

Dikatakan Denis, kegiatan OTT ini dilaksanakan oleh unsur gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), DLH, Polsek Palabuhanratu dan Koramil Palabuhanratu.

“Mudah-mudahan ini menjadikan efek jera bagi warga pembuang sampah sembarangan.Kedepan bisa menjadi perhatian buat masyarakat agar membuang sampah itu ke tempat yang sudah disediakan,” terangnya.

Sementara, Kepala Seksi Penegak Perda dari Satpol PP, Syaripudin mengatakan, bahwa keberadaan pihaknya adalah untuk membackup kegiatan yang dimohon oleh DLH yang sesuai dengan Perda Nomor 13 tahun 2016.

“Kami (Satpol PP) tentu sesuai dengan tupoksi berada pada ranah penegakan Perda, dalam hal ini pelanggaran yang terjadi adalah ketika masyarakat membuang sampah tidak pada tempatnya. Sebetulnya kegiatan kita sejak tahun kemarin, semenjak ada pola sidang di tempat melalui kegiatan yustisi. Kami kolaborasi dengan pengelolaan sampah itu sendiri,” tandasnya.

(9)