Produksi Sampah Di Kota Sukabumi Mencapai 171 Ton/Hari

Pewarta : Avenk

Koran SINAR PAGI, Kota Sukabumi,- Wali Kota Sukabumi, H Achmad Fahmi mengungkapkan, produksi sampah di Kota Sukabumi dalam setiap harinya mencapai 171 ton. Menurutnya hal tersebut sangat berdampak pada daya tampung TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sampah Cikundul yang diprediksi hanya mampu bertahan sampai dengan bulan Desember 2019.

Untuk mengatasi masalah tersebut, lanjutnya, adalah dengan mengurangi sampah plastik yang mencapai sekitar 60 persen dari total produksi sampah.

“Berbelanjalah ke pasar atau pusat perbelanjaan dengan membawa kantong sendiri dari rumah,” ucapnya, Selasa (03/12/19), disela – sela pelepasan secara resmi perseta aksi “Cabut Paku di Pohon dan Clean Action Anniversary Saling” (Sahabat Lingkungan) Kota Sukabumi, di Halaman Apel Setda Kota Sukabumi.

Kegiatan yang dilaksanakan di Jalan Ir.H.Juanda Kota Sukabumi ini, dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Nasional yang jatuh pada tanggal 28 November 2019 yang diikuti oleh para aktivis dan mahasiswa peduli lingkungan.

Dijelaskan, kegiatan ini dalam rangka upaya menjaga bumi dan lingkungan, karena hal tersebut bukan hanya menjadi issu lokal saja, tapi juga menjadi isu internasional bahkan menjadi isu agama.

“Dalam Al-Qur’an disebutkan, kerusakan alam atau lingkungan dikarenakan oleh ulah manusia, untuk itu, Saling Kota Sukabumi beserta para aktivis dan mahasiswa peduli lingkungan, berupaya menjaga alam dan lingkungan, diantaranya dengan melakukan pencabutan paku di pohon dan gerakan kebersihan lingkungan,” tambah Fahmi.

Dia berharap, kegiatan tersebut bukan hanya merupakan seremonial saja, tapi harus digiatkan dan dilaksanakan, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, supaya dapat terlibat secara aktif dalam menjaga alam dan lingkungan.

“Aksi mencabut paku di pohon ini, menjadi stimulans bagi masyarakat, untuk terus peduli terhadap alam dan lingkungan. Sebab paku yang ditancapkan di pohon, dapat mengganggu dan membunuh pohon,” tandasnya.

Disebutkan, setiap daerah kabupaten dan kota harus memiliki sekitar 30 persen RTH (Ruang Terbuka Hijau), yakni 20 persen dibangun oleh pemerintah dan 10 persen oleh privat atau pribadi, diakui Fahmi, dari target RTH tersebut, di Kota Sukabumi baru memiliki sekitar 12 persen, oleh karenanya, upaya menjaga pohon harus terus dilakukan, supaya bisa tumbuh dengan baik.

(4)