BEM Institut Pendidikan Gelar Diskusi Publik Tentang “Radikalisme dan Ujaran Kebencian”

Pewarta : Fitri

Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Pendidikan menggelar diskusi publik dengan tema “radikalisme dan ujaran kebencian” yang diselenggarakan di Kampus IPI, Jumat (29/11/19). Kegiatan tersebut diikuti 100 mahasiswa se Kabupaten Garut.

Menteri Luar Negeri Kabinet Revolusi Periode 2019-2020, Taofik Rofi Nugraha, mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi keresahan masyarakat yang sering keliru tentang kata radikalisme dan justifikasi radikalisme itu kepada suatu golongan masyarakat.

“Kita dari mahasiswa dari BEM khususnya menteri luar negeri memfasilitasi dan memberikan stimulus kepada seluruh mahasiswa di Kabupaten Garut, supaya mereka itu sadar radikalisme ini memang betul-betul tidak ada makna atau tidak ada penyusutan terhadap suatu golongan tetapi radikalisme itu diaktifkan lebih kepada pemahaman radikalisme secara statis,” ucapnya.

Menurut Taofik, radikalisme tidak identik dengan anarkis, justru lebih mendefinisikan kepada suatu golongan yang mempunyai pemikiran secara mendasar tentang NKRI ini.

“Khusus bagi mahasiswa IPI diharapkan dengan adanya diskusi publik ini, mereka lebih melek akan literasi dan pengkajian secara mendalam akan permasalahan yang ada di lingkungan sekitar, dan bagi mahasiswa lainnya supaya kita ada dalam satu narasi untuk menjungjung tinggi kedaulatan dan konsisten dalam pergerakan,” kata Taofik.

Pihaknya berharap lebih memberikan ruang publik kepada mahasiswa yang ada di Kabupaten Garut supaya kajian atau seperti tadi kegiatan ini menjadi rutinitas karena mau tidak mau pemikiran mahasiswa itu harus radikal mempunyai pemikiran sampai mendasar.

“Makanya dari BEM IPI sendiri khususnya Menteri Luar Negeri menginisiasi kepada mahasiswa supaya lebih peka dan mengkaji secara fundamental terhadap kondisi yang ada di Kabupaten Garut, Kedepannya akan diadakan lagi yang pembahasan dengan topik yang berbeda,” pungkasnya.

(44)