Sebulan Sekali Disdagin Kota Depok Pantau Produk Kadaluarsa di Supermaket.

Pewarta : Anis M. SE.
Koran SINAR PAGI, Depok,- Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok rutin sebulan sekali mengawasi peredaran produk kadaluwarsa di pusat-pusat perbelanjaan. Hal itu dilakukan, guna mencegah masyarakat mengkonsumsi produk kadaluwarsa yang menimbulkan berbagai ancamanan bagi kesehatan.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disdagin, Anim Mulya mengatakan, pihaknya rutin sebulan sekali memantau Barang dengan Keadaan Terbungkus (BKDT) ke setiap pusat perbelanjaan di Depok.

“Makanan itu, sumber kesehatan, kalau sudah kadaluwarsa tentunya berbahaya bagi kesehatan masyarakat, untuk itu kita harus memantaunya,” ujar Anim di Balai Kota Depok, Selasa (26/11/2019).

Dia menambahkan, selain produk makanan, pihaknya juga memantau kadaluwarsa produk lain seperti sabun dan bedak kecantikan yang dijual ke masyarakat. “Produk kecantikan juga rutin kami pantau, agar tidak ada barang kadaluwarsa yang membahayakan beredar di masyarakat,” terang Anim.

Lanjut Anim, monitoring tersebut dilakukan secara berkala setiap bulan, agar memperkecil celah beredarnya produk kadaluwarsa. “Jika ditemukan ada kemasan produk yang rusak dan kadaluarsa. Kami memberikan arahan dan pembinaan kepada pedagang untuk tidak menjualnya,” tutur dia.

Menurut Anim, untuk memastikan masyarakat Kota Depok mendapatkan produk yang prima saat berbelanja yakni juga memberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap produk yang dijual di Depok. Produk SNI antara lain, barang elektronik, mainan anak dan bayi, helm, tabung gas, kabel, baja, kaca, lampu, oi, ban, hingga kloset dan semen wajib bersertifikat SNI. “Kami berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan semua produk yang dijual di Kota Depok sudah SNI,” harapnya.

Kepala Disdagin) Kota Depok Kania Parwati mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah bahan makanan yang dijual di supermarket dan swalayan untuk mencegah barang atau bahan makanan yang sudah tidak layak digunakan atau kedaluwarsa.

“Tim kami akan melakukan pemeriksaan langsung sejumlah bahan makanan yang dijajakan di supermarket dan swalayan di Depok secara bertahap, sebulan sekali,” terangnya

Dia menjelaskan, dalam pemeriksaan produk, pihaknya juga melakukan uji sampel bahan makanan olahan secara langsung, untuk melihat ada atau tidaknya bahan berbahaya di makanan yang disediakan. “Semuanya ini kami lakukan untuk melindungi masyarakat dari bahan makanan berbahaya dan barang yang sudah tidak layak digunakan lagi atau kedaluwarsa,” pungkas Kania

(10)