Kepala Sekolah Keluhkan Harga Seng Yang Tidak Sesuai Komitmen Awal

Pewarta : Syam Awing

Koran SINAR PAGI, Kab.Jeneponto,- Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikucurkan pemerintah pusat untuk rehab sekolah di Kab.Jeneponto terbilang cukup besar yakni Rp.48 M untuk sekolah dasar dan Rp.19 M untuk tingkat SMP dengan jumlah sekolah penerima sebanyak 124 sekolah.

Pekerjaan rehab yang di swakelolakan ini pada awalnya berjalan dengan aman dan lancar, namun saat pekerjaan sudah mencapai 25 s/d 40%, sejumlah kepala sekolah mulai mengeluh, pasalnya, pihak Dinas Pendidikan Kab.Jeneponto mulai ikut campur dalam pengadaan bahan material bangunan berupa seng dengan harga yang diatas harga dipasaran.

“Komitmen awal dengan orang dinas itu adalah Rp.38.000 permeter untuk seng 0,30 cm, sehingga para kepala sekolah tertarik untuk memesan karena murah yang didatangkan langsung dari pabrikyang berada dikawasan Kima Daya Makassar Prop.Sulsel,” ujar salah satu kepala sekolah yang enggan membuka jati dirinya kepada koransinarpagijuara.com, Rabu (27/11/19).

Namun setelah ada pencairan tahap ke 2 (dua) lanjutnya, para kepala sekolah mulai dihubungi satu – persatu oleh oknum tersebut yang mengabarkan bahwa harga seng mengalami perubahan dari harga awal yang Rp.38.000/meter menjadi Rp.47.000/meter.

“Itu berarti ada selisih harga Rp.9.000/meter, hal ini tentu membuat para kepsek kecewa karena merasa telah dibohongi,” tambahnya.

Beberapa sekolah yang sudah membayar mengaku menyesal telah memesan seng sesuai dengan yang diarahkan orang Dinas Pendidikan tersebut, karena tidak sesuai dengan komitmen awal yang telah disepakati.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun koransinarpagijuara.com, sampai berita ini diturunkan, masih ada beberapa sekolah yang belum membayar tagihan seng tersebut karena menunggu info perubahan harga dari dinas.

Saat dihubungi lewat telpon selulernya, Kasi Sarpras pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Jeneponto, Jabal Nur membenarkan bahwa komitmen awal harga seng per meter adalah Rp.38.000, terkait adanya kenaikan harga menjadi Rp.47.000 permeter, dia mengaku akan menelusuri kebenaran kabar tersebut.

(336)