Sekum PGRI Purwakarta, “Hal Mendasar, di Purwakarta, Masih Banyak Guru Honorer Harus Dibantu”

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Dede M Ramlan

Koran SINAR PAGI, Purwakarta,- Korps PGRI ditiap Cabang se-Kabupaten Purwakarta yang meliputi 17 Wilayah Kecamatan, secara serempak menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI Ke-74 dan Hari Guru Nasional sekaligus memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Senin (25/11/19).

Di PGRI Cabang Kecamatan Wanayasa contohnya, kegiatan tersebur dilaksanakan di Lapangan Alun-alun Wanayasa, yang diawali dengan upacara dipimpin Pembina Camat Wanayasa, Jaya Pranolo dan diikuti Pengurus serta Anggota PGRI Wanayasa dan seluruh jajaran pegawai Kecamatan Wanayasa.

Sekretaris Umum PGRI Kabupaten Purwakarta, Babang Subarna menyampaikan, bahwa hari ini tepatnya tanggal 25 November 2019, jajaran PGRI se-Kabupaten Purwakarta berkolaborasi dengan Muspika setempat melaksanakan peringatan HUT PGRI Ke-74 dan Hari Guru Nasional, terangnya.

Rencananya pada tanggal 30 November 2019 nanti HUT PGRI dan Hari Guru Nasional Tingkat Nasional akan dilaksanakan di Kota Bekasi Jabar dan dari Kabupaten Purwakarta kami akan kerahkan Pengurus beserta Anggota PGRI sebanyak 1000 orang, tambahnya.

Sekretaris Umum PGRI Kabupaten Purwakarta, Babang Subarna

Masih menurut Babang, intisari dari Peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional ini adalah selain untuk mempererat silaturahmi, kebersamaan dan kekompakan antar Anggota PGRI maupun Muspika se-Kabupaten Purwakarta, juga sebagai Insan Pendidik dan Kependidikan ditubuh PGRI memiliki misi yang sama yakni ingin tetap membangun kebersamaan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Purwakarta yang kita cinta ini.

“Pada dasarnya, PGRI itu adalah sebuah organisasi profesi sebagai wadah para Guru beraspirasi, baik di lingkungan sekolah tingkat dasar, menengah maupun perguruan tinggi, sehingga kiprah PGRI memang memperjuangkan aspirasi guru secara kolektif.” ujarnya.

Hal mendasar, di Purwakarta, lanjutnya, masih banyak guru honorer harus dibantu agar diupayakan bisa menduduki posisi minimal dari Guru Honorer menjadi Guru Bantu.

“Perlu diketahui jumlah Guru Honorer saat ini tercacat hampir lebih kurang sekitar 3.000 orang, sehingga, jumlah sebanyak itu berbanding sama dengan Guru PNS saat ini,” kata Babang.

Dalam hal lain, lanjut Babang Subarna, terkait kesejahteraan para Guru Honorer, tentu ini juga harus diperhatikan dan perlu diperjuangkan agar mereka menerima honorarium bulanan lebih layak agar dalam melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) lebih fokus dan optimal lagi dalam rangka mencerdaskan anak bangsa, pungkasnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90