Desa Bonto Sunggu Butuh Tanggul Pemecah Ombak

Pewarta : Syam Awing

Koran SINAR PAGI, Kab.Jeneponto,- Sejumlah desa yang dipesisir pantai Kab.Jeneponto kondisinya sangat mengkhawatirkan, pasalnya, dari waktu ke waktu pesisir pantai terus mengalami abrasi akibat terkikis air laut (ombak).

Seperti yang terjadi di Desa Bonto Sunggu, Kecamatan Tamalatea, Kab.Jeneponto, dimana pesisir pantai di daerah tersebut setiap tahun mengalami abrasi.

Kepala Desa Bonto Sunggu, H.Badaruddin mengemukan, untuk mengantisipasi pengikisan bibir pantai, desanya sangat membutuhkan bantuan pemerintah untuk membangun tanggul pemecah ombak.

“Desa Bonto Sunggu sangat membutuhkan tanggul pemecah ombak, karena setiap tahun ombak mengikis dua sampai tiga meter bibir pantai,” ujarnya, Minggu (24/11/19).

Menurutnya, karena pantai di Desa Bonto Sunggu panjangngnya kurang lebih 2 Km, kalau membangun tanggul pemecah ombak menggunakan anggaran fisik desa, tidak seberapa panjangnya, “Jadi yang parah dulu kami tanggul,” ujar kades.

Dia berharap Pemerintah Kab.Jeneponto melalui Dinas PU meninjau kondisi pantai di desanya, “Kami berharap pemerintah, baik Pemkab, Propinsi maupun pusat dapat melihat langsung sekaligus membantu desa kami, karena kalau dibiarkan abrasi ombak ini dapat memutus akses jalan poros desa,” harapnya.

Dikatakan, saat ini hanya akar – akar pohon saja dapat menahan pengikisan tanah oleh ombak.

(14)