AGB Menilai, Revitalisasi Pasar – Pasar di Kab.Garut, Berpotensi Rugikan Keuangan Negara

Pewarta : Agus Lukman

Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,- Penyampaian atas nota Bupati Garut dalam rapat paripurna dihadapan DPRD Garut, terkait jawaban persoalan pasar, Aliansi Garut Bermartabat (AGB) Kabupaten Garut Jawa Barat menyayangkan atas jawaban terkait pasar hanya parsial dan tidak secara gambaran program revitalisasi pasar di Garut, demikian dikatakan Dudi Supriasi Sekretaris AGB Kabupaten Garut yang juga merupakan Ketua DPD Laskar Indonesia Kabupaten Garut

“Revitaliasi pasar di Kabupaten Garut, baik dalam bentuk investasi swasta kerjasama Bangun Guna Serah (BGS) BOT seperti Pasar Cibatu, Pasar Limbangan dan pembangunan yang dibiayai APBD, DAK dan provinsi seperti Pasar Samarang, Pasar Leles, Pasar Wanaraja, Pasar Pasir Wangi, Pasar Pangauban dalam kebijakan penataan pasar RPJMD 2014 s/d 2019,” ucapnya

Menurut Aliansi Garut Bermartabat, adanya dampak indikasi ketidakadilan dalam penempatan kios, distribusi dan PAD yang berpotensi merugikan keuangan negara/daerah, perijinan, serta dampak indikasi tidak transparan membuka Berita Acara Penempatan Kios, patut diduga adanya unsur KKN dan berimplikasi hukum serta berdampak terhadap perekonomian daerah dan masyarakat, tandas Dudi

“Toh anggaran ini besar hampir kurang lebih Rp.172 M, investasi BGS dan dana APBD, DAK dan bantuan provinsi seharusnya jawabannya menyeluruh komprehensif agar masyarakat (pedagang, pengusaha, pemerintah) mencarikan solusi yang tepat untuk menyelesaikan persoalan dampak revitalisasi pasar, bukan cuci tangan seperti jawaban pembangunan Pasar Limbangan dan Pasar Cibatu sistem BGS itu dimulai tahun 2013 bukan masa pemerintahannya, cetusnya

Tegas Dudi, seharusnya Bupati jangan mengelak itu, bukan zamannya ingat kebijakan itu diteruskan dengan lahirnya surat keputusan bupati sebagai tindak lanjut dan masuk di RPJMD 2014 sd 2019 dalam kebijakan penataan pasar program revitalisasi pasar dan 1 (satu) dari 5 (lima) suksesi program bupati, tandasnya

Aliansi Garut Bermartabat menyatangkan DPRD Garut atas penelaahan fraksi – fraksi terkait program revitalisasi pasar di Garut jadi issunya parsial padahal penelaahannya seharusnya komferensif berdasarkan aspirasi masyarakat yang pernah menyampaikan masalah Ke DPRD garut, seperti masalah pasar secara keseluruhan dari mulai pasar cibatu, pasar limbangan, pasar samarang, pasar leles, pasar pasirwangi dan pasar pangauban, ujarnya, saat dihubungi ponselnya, Minggu (25/11/19)

Hal ini lanjut Dudi ini menjadi pertanyaan Aliansi Garut Bermartabat untuk itu akan terus mendorong hak interpelasi DPRD Garut terkait program revitalisasi pasar di Kabupaten Garut.

“Kami tidak ingin issu parsial, kami ingin peselesainya secara komprehensif, bukan 1 atau 2 pasar tetapi aliansi ingin program revitalisasi pasar – pasar di Garut yang berdampak terselesaikan secara komprehensif, ini tidak adil, ingat yang harus diselesaikan itu dampak program revitalisasi pasar dalam kebijakan penataan pasar – pasar tersebut.

Lebih jelas Dudi mengingatkan, yang harus ada solusi yaitu program revitalisasi pasar, pungkas Sekjen AGB Kabupaten Garut

(47)