Antisipasi Kekerasan Pada Anak Kejari Sumedang Luncurkan Aplikasi Jatinangor

Pewarta : Jeky

Koran SINAR PAGI, Sumedang,- Untuk mengantisipasi kekerasan seks (Perkosaan dan Pelecehan – red) pada anak yang kini cenderung meningkat di masyarakat, Kejaksaan Negeri Sumedang segera meluncurkan aplikasi Jangan Tinggalkan Nasib Anak dan Korban ( Jatinangor ).

Dalam aplikasi tersebut masyarakat bisa dengan mudah mengakses dan mendapatkan edukasi, penjelasan bahkan bisa melaporkan kejadian tindak kekerasan terhadap anak hingga anak bisa dengan segera mendapat perlindungan hukum.

Hal itu dikemukakan Kepala Kejaksaan Neger (Kajari) Sumedang, Rizky Fahrudi, SH pada jumpa pers yang digelar di Kantor Dinas Sosial Dan Perlindungan Anak Kabupaten Sumedang di Jalan Pacuan Kuda 2, Kota Kaler Kec. Sumedang Utara Kab. Sumedang, Jawa Barat, Rabu,(20/11/19).

“Dalam (aplikasi) Jatinangor tersebut nanti ada tim yang menangani, dan tim itu akan segera turun langsung bila ada laporan kejadian di masyarakat, tetapi ( tentu ) diutamakan bukan represif nya tapi prepentif nya. Bagaimana nasib anak ke depan”, ujar Rizky di depan awak media.

Aplikasi ini juga akan terus disosialisasikan, ucap dia, juga hingga ke sekolah – sekolah di Kabupaten Sumedang.

Kepolisian Resort Sumedang menyatakan dikurun waktu ini kasus perkosaan terhadap anak memang cenderung meningkat,

“Dalam dua minggu terakhir ini kami menangani lima kasus perkosaan terhadap anak”, ujar Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo, disampaikan Kasatreskrim AKP. Niki Ramdani.

Dengan demikian diapun sangat mengapresiasi munculnya aplikasi Jatingangor, “Saya benar – benar sangat mengapresiasi muncul nya aplikasi Jatinangor ini”, ucap Niki.

Dengan adanya aplikasi ini, ucap dia lagi, nantinya masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan pencerahan dan ke depan kasus kekerasan seks terhadap anak menurun ,

“Kami berharap kasus ini tidak meningkat karena masa depan anak merupakan hal yang harus dilindungi dan tanggung jawab semua pihak”, ucap nya lagi.

Sementara itu Wakil Ketua Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Retno Ernawati, nenyampaikan perlindungan anak terhadap korban maupun pelaku mesti mendapat perhatian dari multi sektor, maka dengan hadir nya pihak Kejari dan Polres Sumedang, diakui nya, ini merupakan sinergitas yang maksimal dalam upaya perlindungan anak,

“Kami dari P2TP2A mencoba merangkul terhadap masyarakat, memberikan perhatian dan mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak demi masa depan anak”, ujar nya.

Dan inovasi dari Kejari Sumedang, ucap dia lagi, dengan Jaksa Peduli Anak merupakan hal yang positip,

“Inovasi ini sudah diwujudkan dalam bentuk Surat Keputusan Bupati tentang penanganan anak yang berhadapan dengan hukum”, ujar nya.

(23)