Cakep’19 Wow !!!

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Dudung Nurullah Koswara

Rasanya perlu Saya tuliskan kisah prestatif Disdik Jabar tahun 2019 era Gubernur Ridwan Kamil. Mengapa perlu dituliskan? Setidaknya sebagai “portofolio” literatif yang bisa dibaca publik. Telah ada dan telah hadir sebuah seleksi calon kepala sekolah di tahun 2019 (Cakep’19) yang wow. Cakep’19 rasa RK, rasa Jabar Juara!

Mengapa wow? Karena seleksi Cakep’19 benar-benar “ekstrim” dan sangat ketat. Pendaftar melebihi 900 calon kepala sekolah terbaik di Jawa Barat. Dari 900 lebih calon, terseleksi secara administratif 600 terbaik. Dari 600 terbaik teseleksi 300 terbaik. Dari 300 terbaik terseleksi 100 terbaik yang berhak ikut seleksi subtansi.

Sangat mendebarkan adalah saat 100 terbaik diseleksi substansi oleh LPPKS dari Solo. Sejumlah soal uji kepemimpinan dan skenario kasus terkait “tatakelola” sekolah berbasis SNP dan kepemimpinan pembelajaran didihidangkan. Para Cakep selanjutnya diwawancara oleh para asesor berpengalaman.

Sungguh sangat ketat. Bagai masuk ke lubang jarum. Dari 900 lebih mejadi 600, diperas menjadi 300, diperas lagi menjadi 100 dan akhirnya diumumkan menjadi 69 yang berhak ikut diklat calon kepala sekolah. Saya mungkin yang ke 69 setelah melihat kemampuan dan potensi para peserta diklat. Sungguh semuanya sangat wow.

Plus fasilitator atau master trainer yang memukau. Sungguh beruntung para Cakep’19 bertemu master trainer (MT) yang wow. Motivatif, inspiratif, apresiatif, humoris dan spiritualis. Lengkap sudah sajian MT yang sangat kental membekali para Cakep’19. Indah melihat Cakep’19 dari SLB, SMK dan SMA yang argumentatif dan smart.

Sahabat semua kita tahu persis seleksi Cakep sebelumnya pra alih kelola adalah penuh KKN dan tergantung selera kepala daerah. Siapa yang jadi timses pasti jadi kepala sekolah atau seumur hidup jadi kepala sekolah. Bupati dan walikota begitu menentukan secara kedekatan dan politik.

Kini khusus Provinsi Jawa Barat dalam visi Jabar Juara telah membuat kanal baru seleksi Cakep. Siapa yang hebat dan juara punya kesempatan menjadi kepala sekolah. Bukan siapa yang dekat atau punya inves politik. Seleksi bukan relasi! Niat baik, rekrutmen yang baik serta khidmat terbaik bagi pendidikan adalah wow.

Prof.Dr.Ibrahim Bafadal mengatakan, “Tidak ada sekolah buruk dengan kepala sekolah yang baik dan tidak ada sekolah baik dengan kepala sekolah yang buruk”. Selanjutnya Ia mengatakan, “Tidak ada siswa yang tidak bisa dididik, yang ada hanya guru yang tidak bisa mendidik. Tidak ada guru yang tidak bisa mendidik, yang ada hanya kepala sekolah yang tidak bisa memimpin”.

Semoga para Cakep’19 menjadi trigger atau ragi bagi kemajuan pendidikan Jawa Barat. Mari para Cakep’19 berdoa semoga kelak menjadi Kepsek terbaik yang mampu melayani para guru agar setiap guru mampu menjadi pelayan terbaik bagi anak didiknya. Jadilah kepsek yang dirindukan para guru bukan “diomongkeun” para guru. Pendekatan andragogik yang humanis apresiatif perlu para kepsek lulusan Cakep’19 terapkan.

Setiap orang ada takdirnya, setiap takdir ada orangnya. Setiap zaman ada orangnya, setiap orang ada zamannya. Zaman punya zeitgeistnya. Punya “heabnya”. Kita lahir dari rahmat Allah, hidup pun mencari rahmat Allah dan semoga sekolah mampu menjadi “kendaraan” masuk surga bagi para siswa, guru, kepsek dan seluruh civitas akademika. Amiiin yra.

Catatan lama! Kisah lama! Dahulu Saat Saya masih jadi Ketua Ranting PGRI (sebelum keluar Permendiknas No 28 Tahun 2010) ada guru yang berkata, “Pak Kalau mau jadi kepala sekolah harus nunggu kepala sekolahnya meninggal dulu ya, baru ada kesempatan”. Sebuah representasi suara kolektif kebathinan para guru zaman doeloe. Kisah itu telah berlalu. Terimakasih Bapak Ridwan Kamil, Ibu Dewi Sartika, Kabid, Kasi dan para KCD di Provinsi Jabar Juara..

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90