Diduga Gelapkan Dana Bumdes Tebedak, Warga Laporkan Kades ke Insfektorat OI

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta: Heri Kusnadi

Koran SINAR PAGI Ogan Ilir,- Diduga telah gelapkan Dana Bumdes tahun 2017 hingga 2018 Kepala Desa Tebedak dilaporkan warga Ke Insfektorat Kabupaten Ogan Ilir.

Menurut Muhamad warga Desa Tebedak kecamatan Payaraman kabupten ogan ilir, saat dikonfirmasi ketika menemui panggilan Insfektorat Kabupten Ogan Ilir atas laporannya tentang Bumdes Tebedak, Jum’at (18/10/19).

Ia menuturkan kedatangannya kekantor Insfektorat Kabupaten Ogan Ilir untuk memberikan keterangan tentang dana Bumdes yang diduga telah digelapkan oleh oknum kepala Desa Tebedak.

“Bumdes Tebedak yang bergerak untuk perdagangan alat pertanian dari tahun 2017 hingga sekarang yang juga perdagangan bahan bangunan karena dananya tidak jelas hingga toko untuk perdagangan tutup pada hal modal usaha mengunakan uang negara,” ucapnya.

Diduga bahan bangunan dan alat pertanian yang dijual tidak dibelikan lagi oleh Ketua Bumdes dan uang penjualan tersebut diduga digelapkan kepala Desa Tebedak 2, Jamhuri. Sekitar lebih kurang lebih Rp.100 juta.

“Alasan melaporkan ke Insfektorat karena kami sudah mempertanyakannya di musayawarah desa untuk minta kejelasan kepada kepada kepala desa tentang dana yang dikelola Bumdes, keperluan untuk apa karena tidak dibelikan bahan lagi, sebab setau warga untuk perdagangan bahan bangunan dan alat pertanian” katanya

Selama ini Kepala Desa tidak mau memberikan keterangan tentang dana Bumdes ke masyarakat, sedangkan ketua Bumdes Ahmad zulyadi yang merupakan kakak kandung dari kepala Desa mengungkapkan, alasan toko alat pertanian tutup karena rugi tanpa alasan lain, sedangkan barang yang dijual bukan barang busuk.

“Diduga Bumdes dijadikan alat untuk pencucian uang keluarga Kepala Desa, karena barang yang dijual dijadikan untuk kepentingan pribadi,” katanya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90