Diduga Kurang Koordinasi Pengerjaan Jalan Di Desa Mekar Mukti Bikin Gaduh Masyarakat

Pewarta : A Y Saputra

Koran SINAR PAGI, Kabupaten Ciamis,- Diduga akibat perencanaan yang tidak matang dan kurang koordinasi antara pelaksana dengan pemerintahan desa setempat, pengaspalan jalan di Desa Mekar Mukti hampir memicu keributan di masyarakat.

Pasalnya, anggaran sebesar Rp.705.705.000.00 dari Program Bantuan Propinsi (Banprop) yang semula dianggarkan untuk pembangunan pelengkap TPT dan hotmix di Dusun Cisaga Kolot, kemudian sisanya dialokasikan untuk Dusun Suka Menak yang dilaksanakan oleh CV Guna Karya, pekerjaan hotmix jalannya dialihkan ke wilayah perum.

Masyarakat Desa Mekar Mukti mengaku bingung dengan hal ini, hingga terjadi perdebatan panas yang nyaris memicu keributan. Alhasil, LPM, BPD, Bhabinkamtibmas, kepala dusun dan kepala desa pun harus turun tangan meluruskan masalah tersebut, Rabu (16/10/19).

Menurut Jana Ketua RT 10 / RW 13 Dusun Cisaga Kolot, saat pengukuran sampai ke lingkungannya, terungkap fakta bahwa hotmix jalan diwilayahnya tidak akan dikerjakan karena dialihkan ke seputaran perum yang notabene perawatan jalan perum tersebut merupakan tanggung jawab pihak perum sendiri.

Adu mulutpun tidak kunjung usai, hingga akhirnya, Kepala Dusun Cisaga Kolot, Dedi menelepon Kepala Desa Mekar Mukti meminta untuk datang dan menjelaskan akar permasalahannya.

Selanjutnya, Kepala Desa Mekarmukti Mumu Masmu yang tengah menemani istrinya yang dirawat dirumah sakitpun datang.

Dia juga mengaku bingung kenapa hal ini bisa terjadi, padahal kata dia lagi, sejak awal anggaran sebesar Rp.705.705.000,00 tersebut diperuntukan bagi pembangunan pelengkap TPT dan hotmix jalan di Dusun Cisaga Kolot dan Dusun Sukamenak.

Ketua BPD Desa Mekarmukti Ujang Supena mengatakan, sebagai Ketua BPD dirinya memlngaku tidak mengenal pelaksanaya, bahkan dengan konsultan yang bernama Rizky pun baru bertemu saat itu, jadi bagai mama mau kordinasi ?, katanya.

“Banyak masyarakat nanya ke saya soal hotmix jalan ini, berapa volume dan ketebalanya, berapa lebarnya ?, Saya sendiri tidak tahu dan memang di papan informasipun tidak tercantum, lalu dimana letak Keterbukaan informasi publiknya,” pungkas Ujang dengan nada kesal.

Hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh kesepakatan diantara pihak – pihak terkait.

(324)