Foto : Ijam bersama keluarganya saat di Kamoung Halamannya, Gadog, Citarik Palabuhanratu, Kab.Sukabumi
Pewarta : Ajid Alfaro
Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi,- Dari sebanyak 68 warga asal Jawa Barat yang sedang berada di Posko Pengungsian BTN, Kecamatan Sentani Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, salah satunya adalah Ijam (46), warga Kabupaten Sukabumi, yang menurut kabar besok, hari Selasa tanggal 08 Oktober 2019 akan dipulangkan ke Kampung halamannya di Kp.Gadog Rt 02/Rw13, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Kepulangan Ijam dan rekan – rekannya ini berkat respon cepat dari berbagai pihak, termasuk Pemkab.Sukabumi pasca beredarnya video permohonan Ijam dan kawan – kawan yang meminta untuk dipulangkan dari Wamena Papua, dan kemudian ditindaklanjuti oleh tim pendahulu dari Dinas Sosial dan Jabar Quick Response (JQR) dengan bantuan biaya dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jabar dan Daarut Tauhid (DT) Peduli.
Kabar gembira itu diungkapkan sang Istri Ati (49), bahwa suaminya bersama rekan – rekan se Jawa Barat yang kurang lebih 80 orang yang tergabung dalam Paguyuban Sunda Ngumbara saat ini sudah bertemu tim gabungan Provinsi Jabar yakni, Dinsos dan Baznas.
“Alhamdulillah tadi pagi saya berkomunikasi dengan bapak, katanya besok Selasa (09/10/19) dipulangkan langsung ke Bandung,” ujar Ati, Senin (07/10/19).
“Kalau ingin nya sih hari ini pulang, tapi masih pendataan, nambah terus jumlahnya, karena kan se – Jabar, kalau yang dari Palabuhanratu katanya nambah satu, kemarin hasil pendataan ada 5 orang jadi 6 orang,” terangnya.
Masih kata Ati, dirinya tidak mengetahui secara pasti awal kejadian sehingga membuat suaminya terjebak konflik yang terjadi di tempat kerjanya di Wamena, namun setelah melihat video yang tersebar di media sosial ia mengaku sempat merasa khawatir.
“Alhamdulillah komunikasi lancar sejak diberitahu kejadian hari Senin itu juga, kata bapak saat kejadian dia sedang berada di luar kampung, jadi tidak sempat melihat secara langsung kejadiannya, sejak saat itu bapak gak keluar rumah, soalnya katanya masih belum kondusif, lalu bapak di bawa ke pengungsian hari Minggu nya, sampai akhirnya datang orang orang dari provinsi,” pungkasnya.




