PT PLN Peduli Salurkan CSR Untuk Membangun Jembatan Gantung Bagus Satole

Pewarta : A Y Saputra

Koran SINAR PAGI, Kabupaten Ciamis,- Sebagai bentuk kepedulian PLN terhadap masyarakat, melalui program CSR PT PLN Unit Induk Jabar membangun jembatan gantung Bagus Satole di Dusun Sedekan, Desa Mekarjadi RT 027/008 Kecamatan Sadananya, Rabu (02/10/19).

Hadir dalam acara peletakan batu pertama Iwan Rijwan manager komunikasi dan CSR PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Agus Trisusanto manager UP3 Tasikmalaya, ULP Ciamis, Eman Suherman, Perwakilan DPRD Kabupaten Ciamis, Kepala Desa Mekarsari dan Lurah Sindangrasa.

Iwan Rijwan saat diwawancarai awak media mengatakan, bahwa program Bina Lingkungan ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial PT PLN kepada masyarakat, “Seperti saya sampaikan tadi disebutkan bahwa program CSR ini adalah sebagian kelebihan dihitung setiap tahun secara terpusat, apakah kita punya kelebihan atau tidak,” ungkapnya.

Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku lanjutnya, kita wajib menyisihkan keuntungan yanh diperoleh perusahaan untuk dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk tanggung jawab sosial.

“Dengan kepedulian PLN ini diharapkan bisa diterima, didukung oleh warga masyarakat sehingga terjalin kemitraan dengan pemerintah daerah dan masyarakat, karena PY PLN menyadari berada dan berusaha di lingkungan wilayah kota/kabupaten yang ada,” katanya.

Namun demikian, dalam melaksanakan tugas pihaknya meminta dukungan dari masyarakat dengan cara tertib membayar rekening listrik, “Kami perlu dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar tertib dalam membayar rekening listrik dengan tepat waktu,” tegasnya.

Selain itu, dia juga memghimbau apabila ada pepohonan yang mengganggu jaringan untuk merelakan untuk dipangkas serta menegur anak – anak agar tidak bermain layang-layang di sekitar jalur kabel listrik.

“Dimohon tertib memakai listrik, tidak ada sambungan liar yang ujungnya bisa membahayakan para pelanggan atau masyarakat itu sendiri,” tandasnya.

Dikatakan, sering terdengar kabar tentang kebakaran akibat konsleting listrik, sebetulnya kata dia, ini adalah mungkin ada unsur kelalaian, contohnya pasang steker colokan bertumpuk-tumpuk, ditinggalkan keluar rumah waktu lama dalam keadaan keadaan nyala, ini bisa membahayakan, imbuhnya.

“Harapan kami, mohon bantuan yang tidak seberapa ini bisa dimanfaatkan bisa dipakai secara bersama-sama oleh masyarakat dan tentunya kami mohon doa dan support dari masyarakat agar kami PLN dalam melayani pelanggan dan masyarakat pada umumnya bisa terus berlangsung secara rutin dan memberikan layanan yang terbaik buat masyarakat,” pungkasnya.

(86)