LSM LPKSM Gapermas Akan Laporkan Kades Cibiuk Kaler, Garut Ke Kejati Jabar

Pewarta : Agus Lukman

Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,– Warga Desa Cibiuk Kaler, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut mengaku kecewa karena tidak ada kejelasan hukum terhadap berbagai pelanggaran yang telah dilakukan oleh Enggis, Kepala Desa Cibiuk Kaler, kendati telah melakukan audensi dengan berbagai pihak termasuk dengan pihak Pemerintah Kecamatan Cibiuk bahkan dengan Setda Garut.

Padahal Enggis diduga kuat telah melakukan penyalahgunaan wewenang sebagai kepala desa, salah satunya pada kasus dugaan jual beli Tanah Carik Desa yang kini dialihfungsikan menjadi Puskesmas.

“Kades Cibiuk Kaler telah berlaku sewenang – wenang dengan jabatannya, hingga masyarakat desa Cibiuk Kaler merasa dirugikan, dengan tindakannya,” kata Ketua LSM LPKSM Gapermas Kabupaten Garut, Asep Mulyanna, kepada wartawan koransinarpagijuara.com (www.sigiku.com), Rabu (02/10/19) melalui aplikasi perpesanan Whattapps.

Ketua LSM LPKSM Gapermas Kabupaten Garut, Asep Mulyanna

Menurutnya, akibat tak ada tanggapan dari dinas terkait di Kabupaten Garut, dirinya akan membuat Laporan Pengaduan (Lapdu) kepada Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Jawa Barat, tegasnya.

“Besok kami akan laporkan Kades Cibiuk Kaler kepada Kejati Jabar, terkait dengan adanya dugaan jual beli Tanah Carik Desa yang kini digunakan lahan bangunan Puskesmas, ini sudah yang menyalahi aturan,” ucapnya pria yang dalam kesehariannya akrab disapa Asmul ini.

Diakui Asmul, tidak hanya persoalan tanah carik desa yang akan dilaporkannya, namun dugaan penggunaan ijazah palsu saat ikut Pilkades Cibiuk Kaler hingga dirinya terpilih sebagai kepala desa pun akan dilaporkan, tegasnya.

Rencana pelaporan sekaitan dengan kasus tanah carik desa dan dugaan ijazah palsu ini kata Asmul lagi, sudah ditembuskan kepada Bupati Garut, dan dinas terkait, pungkasnya.

(202)