Pewarta : Ester
Koran SINAR PAGI, Kota Medan,- Belasan pemuda sambil membawa spanduk yang mengatasnamakan Pemantau Kinerja Aparatur Negara Indonesia (DPD-LSM Penjara Indonesia Provinsi Sumatera Utara) melakukan orasi di depan gedung wakil rakyat Kota Medan, Jalan Maulana Lubis Medan, Jumat (27/9/19).
Mereka menuntut penuntasan kasus terkait temuan BPK RI Tahun 2018 tentang penggunaan dana di pos anggaran sekretariat DPRD kota Medan yang bersumber dari APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2018.
Para pendemo ini meminta agar Sekretaris Dewan (Sekwan) Medan, Abdul Aziz menjelas soal penggunaan dana yang menjadi temuan dari hasil pemeriksaan BPK RI tersebut yakni :
1.Belanja makanan dan minuman tidak di dukung dengan bukti pertanggungjawaban yang sah sebesar Rp.515.860.000.
2.Belanja sewa meja, kursi, tenda perlengkapan dan peralatan tidak di dukung dengan bukti pertanggungjawaban yang sah sebesar Rp.421.252.000.33.
3.Belanja ATK, Cetak, dokumen dan publikasi tidak di dukung dengan bukti pertanggungjawaban yang sah sebesar Rp.67.434.545.46.
4.Belanja perjalanan dinas dalam daerah tidak didukung dengan bukti pertanggungjawaban yang sah sebesar Rp.81.500.000.00.
5.Terdapat kegiatan sosialisasi Perda yang tidak dilaksanakan sebesar Rp.23.365.770.91.
“Apakah dana kelebihan pembayaran sudah dikembalikan seluruhnya ke kas daerah ?,” seru Koordinator Lapangan, Waladun Sholeh.
Sekelompok pemuda yang berasal dari DPD LSM Penjara Indonesia Provinsi Sumatera Utara ini juga meminta agar Sekwan DPRD Kota Medan segera menjelaskan terkait temuan mereka sebagai hasil dari pemeriksaan oleh BPK RI kepada publik dan meminta kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk melakukan pulbaket terhadap temuan BPK RI dalam kasus kelebihan anggaran di Sekwan DPRD Kota Medan.
Usai melakukan orasinya, kemudian sekelompok pemuda inipun membubarkan diri dengan damai.
Sementara itu, terpisah, Abd.Aziz selaku Sekwan DPRD kota Medan ketika dikonfirmasi oleh wartawan, Jumat (27/9/2019), melalui pesan WhatsApp pribadinya menjelaskan bahwa tuntutan para pendemo tersebut terkait temuan reses anggota dewan.
Ini temuan reses anggota dewan bang….dan udah dikembalikan oleh masing2 anggota dewan ke kas daerah…tks,” jelas Abdul Aziz tanpa merinci para anggota dewan yang dimaksud.





