SPN Jabar Bakal Demo Ke DPR RI, Namun Tetap Jaga Kondusifitas

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Lipsus

Koran SINAR PAGI, Bandung,-  Dewan Pimpinan Daerah Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jawa Barat, bakal ikut bergabung dengan Konfederasi Serikat Pekerja Indonseia (KSPI), untuk aksi demo buruh Nasional di gedung DPR- RI, tanggal 02 Oktober 2019 mendatang.

Hal itu di ungkapkan Ketua DPD SPN Jabar, Dadan Sudiana, pada media saat konferensi pers, di kantor DPD SPN Jabar, Jl. Saluyu no.34, Riung Bandung, Jum’at ( 26/09/2019).

Dadan mengatakan, pihaknya akan tetap menurunkan anggotanya dalam aksi demo buruh secara Nasional di senayan, namun hanya khusus wilayah terdekat daerah penyangga ibu kota.

“Kita akan kirim lebih kurang 1.000 / orang buruh untuk demo ke Jakarta, tentunya daerah yang terdekat seperti Bogor meliputi Kota dan Kabupaten, Bekasi, serta kota Depok,” katanya.

Mengenai tuntuntan yang disampaikan, Dia menjelaskan, pihaknya tetap akan konsisten terhadap penolakan revisi UU. No.13 Tahun 2003  dan perihal penghapusan PP. 78 Tahun 2015.

” Dari dahulu pemerintah tidak pernah tanggap, berapa kali kita demo tapi buruh tidak pernah direspon, justru saat ini pemerintah lebih cenderung membela kapitalis, kita selalu dikorbankan, mana hak kami, kapan kami bisa sejahtera,” pungkas dia.

Menurutnya, ada hal yang jauh lebih penting saat ini untuk mendorong pemerintah, segera mengeluarkan Perpu Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), kata dia. Karena BPJS saat ini sedang menuai konflik.

“Bubarkan saja BPJS kalau hanya merugikan buruh, kembalikan seperti semula. Buruh selalu dirugikan oleh pengelola, bahkan program BPJS hanya di jadikan ajang korup bagi penguasa,” tandas dia.

Selanjutnya dia, mengatakan pihaknya akan melakukan demo ke Disnaker Prov Jabar, terkait beberapa persoalan yang dirasa belum ada tanggapan, kata dia. Namun tetap sesuai prosedural.

” Kita kecewa sekali, baru kali ini Disnaker tidak ada respon, berapa kali kita kirim surat audiensi, sepertinya memang demo yang lebih tepat untuk menyikapi persoalan,” katanya.

Dadan mengakui, lemahnya birokrasi dan pengawasan Disnaker Prov Jabar, sangat merugikan kaum buruh, sehingga banyak menimbulkan konflik.

” Kita nanti akan demo ke tiap daerah, biar Disnaker tidak mandul, mengerti kemauan buruh dalam setiap peraturan yang ditetapkan, termasuk dalam penetapan UMSK saat ini,” paparnya.

Saat demo berlangsung, Dadan berharap pihaknya tetap menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban.

“Jangan sampai buruh rusuh dalam melakukan aksi, kita harus lebih tertib. Tetap bisa menjaga lingkungan, jangan terprovokasi oleh pihak lain, intinya jaga kondusifitas!!,” harapnya.

Dadan menambahkan, pihaknya akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu untuk menentukan tempat pelaksanaan demo, mungkin bisa berubah sesuai situasional saat itu, imbuh dia.***

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90