Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana BUD Bertambah Satu

Pewarta : Imam K
Koran SINAR PAGI, Bangka,- Kejaksaan Negri Sungailiat akhirnya menatap (RR) ASN Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana BUD (Biaya Usaha Daerah) STPN tahun Anggaran 2016/2017, demikian dikatakan Kasipidsus Kejari Sungailiat Aditya Sulaiman SH seizin Kejari Sungailiat Jefri Huwea SH.MH.dan juga didampingi Kasiintel Kejari Sungailiat Andri Mardiansyah SH kepada KSP diruang kerjanya Rabu (25/9)

Menurut Aditya Sulaiman, SH kepada KSP, bahwa RR hari ini juga sudah kita tetap sebagai tersangka dan akan dilakukan penahanan. Dalam kasus tersebut diduga RR juga terlibatan sehingga hari ini kami tetap sebagai tersangka,” jelas Aditya.

Penetapan RR sebagai tersangka ini Karena yang bersangkutan diduga melanggar pasal 2 ayat 1 Korupsi juncto pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindakan korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan dari UU No.31 Tahun 1999 tentang pemberantas tindak korupsi juncto pasal 55 ayat 1 dengan ancaman hukum seumur hidup atau penjara paling singkat 4 tahun dan lama 20 tahun serta denda paling sedikit 200.000.000 (Dua ratus juta) dan paling banyak 1.000.000.000,00 (Satu milyar rupiah)

“Jadi hari ini secara tehnis kita umumkan juga tambahan satu pelaku lagi dalam kasus BUD STPN, “terang Aditya.

Dikatakan Kasipidsus terkait dengan anggaran itu ada pencairan dana untuk biaya hidup yang tidak bisa di pertanggung jawabkan pada tahun 2016 lalu berjumlah lebih kurang 649 juta yang seyogya harus ditranferskan ke penerima bea siswa.

Namun dari anggaran itu pada baru tahun 2017 ditranferskan kepada penerima bea siswa sekitar 300 juta dan masih tersisa 300 juta lebih yang tidak dipertanggubg jawabkan.
Oleh tersangka,”pungkas Aditya Sulaiman, SH.

(21)