KAPM & Daops 2 Bandung Dinilai Tak Serius Tanggapi Tuntutan Warga

Pewarta : Agus Lukman

Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,- Tuntutan warga petani Desa Sukamulya Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, terus digaungkan, mereka mendesak agar pihak KAPM segera merealisasi tuntutan yang sudah dilayangkan sebelumnya.

Seperti dikatakan Ganjar warga Sukamulya, yang juga pengurus LPM di desanya tersebut.

Ganjar, salah satu warga Desa Sukamulya, Cibatu Kab.Garut

Menurut Ganjar, pihaknya telah melayangkan tuntutan yang merupakan hasil kesepakatan dalam musyawarah desa kepada KAPM dan Daop 2 Bandung melalui surat Pemerintah Desa Sukamulya.

Dijelaskan, melalui surat dan hasil musyawarah hari Selasa tgl 17/09/2019 lalu di Saung Tani yang dturut dihadiri perwakilan dari pengawas KAPM, menghasilkan kesepakatan bahwa KAPM akan memasang sipon baru di Blok Bojong.

Selain itu, KAPM juga akan membuka kembali saluran air di Blok Citra yang sebelumnya ditutup total serta memberikan kompensasi terhadap petani penggarap lahan seluas 25 Ha.

Ganjar menyayangkan jawaban KAPM atas surat dari Pemerintah Desa Sukamulya, yang tidak jelas pelaksanaannya seperti pemasangan sipon itu, “Jawaban surat dari KAPM no.111/CB-GT/KAPM-2019, tentang informasi pemasangan sipon baru, kurang jelas,” ujar Ganjar.

Menurut Ganjar, warga berharap ada kejelasan kapan tanggal dan tahunnya sifon pemasangan sifon direalisasikan, yang lebih fatal lanjutnya, diwilayah blok Citra semua saluran air tertutup, sama sekali tak bisa dialiri, sehingga lahan sawah mengering, terangnya

Tidak itu saja, tambahnya, kompensasi terhadap para petani yang terkena imbas reaktivasi rel KA pun tak ada tanggapan, padahal ujar dia, sebelum adanya kegiatan reaktivasi rel KA Cibatu – Garut, wilayahnya tak pernah kekurangan air untuk mengaliri lahan sawah para petani, pungkasnya.

(32)