Ustadz Ruslan: “Merindukan Ilmu Mencontoh Ibadu ar-Rahman”

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Syubbaanul Ulum rutin menyelenggarakan kajian Tazkiyatun Nufus bersama Ustadz Ruslan Gunawan di Masjid Mujahidin Gandasari Kabupaten Bandung setiap malam jum’at ba’da isya.

Pada malam jum’at yang lalu Ustadz Ruslan Gunawan Hafidzahullah diawal dakwahnya menyampaikan sebaik-baik majelis pertemuan ialah majelis ilmu. Sungguh kenikmatan dan keistimewaan saat di pagi hingga sore hari kita sibuk beraktifitas. Malam ini kita tutup dengan hadir di majelis ilmu di masjid tempat yang paling dicintai Alloh.

Mengutip ucapan Abdullah bin Mas’ud, saat ditanya momen seperti apa yang paling dirindukan? Beliau menjawab yaitu saat mendengarkan ilmu. Yang hatinya lelah pasti akan lelah saat mencari ilmu seperti ini. Tapi kalau jasanya yang lelah tidak akan mempengaruhi hati yang teguh dan bersih. Ungkapnya kepada jama’ah yang hadir.

14 abad yang lalu, islam telah memberikan pendidikan untuk membangun ahlak yang baik. Sedangkan banyak orang berilmu dan bergelar tinggi sibuk saat ini berpaling dari islam dalam membentuk karakter manusia.

Padahal umat manusia telah diberi teladan kehidupan melalui diutusnya nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam. Manusia yang agung memiliki karakter Sidiq, Fatonah, Amanah dan Tablig. Untuk mengantarkan manusia beribadah kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala menempuh jalan ke Surga.

Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak berdzikir kepada Allah.” (Al-Ahzab: 21)

Selanjutnya Ustadz Ruslan membahas pintu-pintu membuka kebaikan yang dikutip dari kitab karya Syaikh Abdurrozaq Al Badr Hafidzahullah yang bertema pentingnya bersama-sama orang sholeh.

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. (QS at-taubah 119)

Menurut Ibnu Hajar Al-‘Asqalani devinisi sholeh ialah

“Orang yang menjalankan kewajiban terhadap Allah dan kewajiban terhadap sesama hamba Allah”

Kewajiban manusia terhadap Alloh ialah engkau ibadah dengan mengesakan Alloh dan tidak mempersekutukannya. Sedangkan kewajiban manusia terhadap sesama hambanya Alloh ialah menurut Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu1 ia berkata: Rasulullah bersabda:
“Hak seorang Muslim terhadap sesama Muslim ada enam, yaitu:  (1) jika kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam,  (2) jika ia mengundangmu maka penuhilah undangannya, (3) jika ia meminta nasihat kepadamu maka berilah ia nasihat,  (4) jika ia bersin dan mengucapkan: ‘Alhamdulillah’ maka doakanlah2 ia, (5) jika ia sakit maka jenguklah dan  (6) jika ia meninggal dunia maka iringilah jenazahnya”. (HR. Muslim).

Setelah menjelaskan itu, Ustadz Ruslan mengajak jam’ah agar tidak salah memilih teman atau sahabat pergaulan. Karena hal ini sangat mempengaruhi orientasi hidup kita. Maka ada kriteria siapa yang harus kita jadikan sahabat sepergaulan. Diantaranya dia:

  1. Berakal dan paham halal hingga haram
  2. Ahlaknya baik
  3. Tidak fasik
  4. Bukan pelaku bid’ah
  5. Dan tidak cinta dunia

Pada ahir dakwahnya Ustadz Ruslan menutup dengan do’a:

Mudah-mudahan Alloh berikan kita ahlak baik dengan mencontoh ibadu arRahman

(42)