Dinsos Jabar Coffee Morning Bersama Wartawan Menuju Jabar Raharja

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI ( Cimahi)-, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan coffee morning bersama wartawan. Acara bertujan mensosialisasikan dan mempublikasikan program dan kegiatan dinas. Coffe morning berlangsung pada 09:00-11:00 wib 20-9-2019 di aula kantor Dinas Sosial Jl Jendral Amir Machmud 331 Cimahi.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Sosial, dr. H. Dodo Suhendar M.M memperkenalkan struktural kedinasan hingga fungsi dan programnya. Dan berlanjut menyampaikan visi Provinsi Jawa Barat, yaitu “Jabar Juara Lahir Batin dengan inovasi dan Kolaborasi”, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Ngabret berinovasi di tahun 2020 melalui 10 program strategis menuju Jabar Raharja.

Satu persatu program unggulan dipaparkan kepada media bersama pejabat struktural  dan Koordinator Satuan Pelaksana Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Program unggulan tersebut adalah :

  1. Pusat Informasi Terpadu menuju Sejahtera (PINTU JUARA) ;
  2. Pusat Pengembangan SDM & Layanan Sosial (Sabang M Yansos) ;
  3. Revitalisasi Panti;
  4. Pusat Pengendali Operasional Layanan Sosial (Pusdalop Yansos);
  5. Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK Juara) ;
  6. Klinik PSKS;
  7. Percepatan Graduasi Keluarga Penerima Bantuan Sosial (Perda Kepribansos) ;
  8. Kampung Siaga Bencana Juara;
  9. Lembur Raharja;
  10. Sosial Awards.

Setelah usai menyimpulkan program yang akan berlangsung di dinasnya, Dodo mengajak interaktif kepada wartawan Galamedia, Pikiran Rakyat, Republika, Tribun Jabar, Medikom, dan Koran Sinar Pagi.

Pimpinan Redaksi media cetak dan online Koran Sinar Pagi, Wawan Nurjaman S.Sos, M.M mengungkapkan bahwa program keluarga harapan atau program lainnya yang menyentuh masyarakat pra sejahtera. Sering disalah gunakan untuk bahan kampanye pada Pilkades oleh oknum pendamping. Ini temuan wartawan kita di kabupaten Bandung. Oknum pendamping program keluarga harapan membagikan uang tunai, seolah-olah rekening yang harusnya hanya boleh dicairkan pemegang kartu. Tapi dapat dicairkan oleh pihak lain.

Kepala Dinas Sosial Jabar, Dodo Suhendar langsung menanggapi hal tersebut. Pada aturan program keluarga harapan, pendamping memiliki kode etik diantaranya dilarang untuk mencairkan uang di rekening. Tugasnya itu hanya membimbing secara admistrasi dan pemanfaatan bantuan pemerintah. Pendamping program untuk rakyat pra sejahtera ada 5381 se Jawa Barat. Ada kordinator wilayah ditingkat kecamatan hingga kabupaten/kota. Kalau ada informasi dari media tentang pelanggaran dalam penyaluran. Pasti akan kita tindak lanjuti hingga proses pelakunya, ucapnya secara tegas.

Pada interaktif tersebut juga, hadir Pokja wartawan Dinas Sosial, Fredy dari Media Medikom yang menyampaikan harapanya. Selama 15 tahun kita menjadi mitra kerja dinas, harusnya antara pejabat dan wartawan itu lebih erat dan sinergis lagi. Dulu wartawan sering diajak ke daerah untuk memastikan langsung program dinas. Beberapa tahun kebelakang sudah tidak berjalan. Wartawan hanya dapat informasi dari dinas. Padahal kalau bersama-sama kunjungan lokasi, kita bisa lebih tau yang sebenarnya.

Kepala Dinas Sosial Jabar, Dodo Suhendar menyerap aspirasi tersebut dengan mengarahkan bagian humas untuk meningkatkan dan melanjutkan program kerjasama dengan wartawan.

Pada kesimpulan acara tersebut dibangun komitemen kegiatan seperti ini akan berlangsung dengan berkesinambungan. Pihak dinas akan berupaya memenuhi dan memfasilitasi kebutuhan informasi bagi wartawan dan terus meningkatkan pelayanan dibidang sosial hingga memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bagi kaum disabilitas atau pra sejahtera.

(126)