Korban Diseruduk Truk Bermuatan Semen, Akhirnya Tewas di RSUD Palabuhanratu

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Ajid/Ayi

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi,- Benny (54) salah satu dari 3 (tiga) korban luka – luka akibat diseruduk truk Dyna bermuatan semen, Kamis (19/09/19), akhirnya meninggal dunia, setelah menjalani perawatan di RSUD Palabuhanratu.

Saat kejadian korban tengah memperbaiki sepwda motor miliknya disebuah bengkel yang berlokasi di Jalan Bhayangkara, Kebon Tarum, Palabuhanratu, tiba – tiba datang sebuah truk Dyna Nopol T 8501 DO yang dikendarai Ajat (22) melaju cepat tak terkendali dari arah Buniwangi menuju Palabuhanratu dan menabrak bengkel dimana korban berada, setelah sebelumnya menabrak sebuah mini bus.

Korban bersama dengan dua orang lainnya mengalami luka – luka akibat kejadian tersebut dan dilarikan ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapat penanganan media, namun sayang nyawa Benny (54) tidak dapat diselamatkan.

Menurut keterangan Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD Palabuhanratu, dr Wisnu Budiharyanto, korban meninggal dunia karena mengalami pendarahaan pada otak dan pendarahan pada paru paru akibat benturan keras, sehingga menyebabkan tulang rusuk korban patah lalu menusuk ke paru-paru dan bocor.

“Korban dibawa ke Intalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 08.15 WIB dalam kondisi sadar, namun kita curiga karena menurut informasi korban mengalami benturan keras di dada, setelah dilakukan rontgen, ternyata betul ada pendarahaan di paru-paru,” ujar Wisnu keada awak media.

Mempertimbangkan keselamatan korban, kata Wisnu, pihaknya memberikan pilihan kepada keluarga untum dirujuk ke rumah sakit lain atau dilakukan operasi di RSUD Palabuhanratu.

“Tapi kalau dirujuk juga kemungkinan besar korban akan meninggal di jalan, setelah keluarga setuju, kita lakukan operasi dan korban masuk ruang operasi sekitar pukul 10.30 WIB,” jelasnya.

Disebutkan, selama proses operasi, kondisi korban tidak stabil, beberapa saat sadar, namun tiba-tiba drop lagi karena ada tanda pendarahaan di otaknya. 

“Kami tidak punya dokter spesialis bedah saraf, waktu stabilisasi ketika pasiennya mau rujuk, pasien keburu meninggal. Jadi, gangguan di paru-paru berhasil ditangani (sedangkan pendarahan) yang di otak tidak tertangani.¬†Pendarahan di kepala itu hebat sehingga tidak tertolong. Operasi, rontgen, kesetabilan di IGD itu sudah dilakukan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, diduga mengalami rem blong, sebuah mobil truk jenis engkel bermuatan semen dengan Nomor Polisi T 8510 DO menabrak 1 (satu) buah mobil mini bus merk Calya, No Pol, F 1524 VD, kemudian menghantam sebuah bangunan bengkel milik Beni, yang berlokasi di Jalan Bhayangkara, Kampung Kebontarum, Kelurahan / Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (19/09/2019), sekira pukul 07:30 WIB.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90