Dikepung Tol Cisumdawu, SDN Cijolang Pindah Sementara Ke Ponpes Miftahul Hasanah

Pewarta : Jeky

Koran SINAR PAGI, Sumedang,- Setelah dilakukan rapat antara orang tua dengan Kepala PLT. Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Dian Sukmara maka disepakati siswa yang bangunanya kini sudah terkepung proyek tol Cisumdawu itu, pindah sementara ke bangunan milik Ponpes di Miftahul Hasanah yang lokasinya tak jauh dari sekolah tersebut.

Perpindahan itu dilakukan sambil menunggu relokasi bangunan yang akan segera dibangun oleh pihak Satker Tol Cisumdawu.

Seperti dikatakan PLT Kepala Dinas Pendidikan Sumedang Dian Sukmara kepada wartawan seusai pertemuan,

“Hasil pertemuan sepakat untuk sementara siswa pindah ke bangunan Ponpes Miftahul Hasanah yang lokasinya tak jauh dari sekolah ini, berjarak 500 meter, sambil menunggu relolaksi pembangunan SDN Cijolang yang akan dibangun pihak Satker Tol di tanah yang sudah di siapkan Pemkab Sumedang”, ujar Dian di SDN Cijolang, Rabu, (18/9/19).

Dikatakan Dian, pembangunan relokasi itu relatif singkat karena pembangunanya hanya selama 3 bulan saja.

“Dan selama (3 bulan) itulah siswa menempati sementara di Pondok Pesantren Miftahul Hasanah, dan lokasi nya sudah di survey oleh pihak sekolah tempatnya cukup memadai untuk dilakukan proses pembelajaran dilokasi itu”, jelas nya.

Tinggal kita fokus ke penyiaapan tempat, ujar Dian, mobilisasi pemindahan aset, mungkin ada biaya sewa, dan juga penataan lokasi.

Dian menjelaskan perpindahan itu harus sesegera mungkin, minggu ini pun harus sudah pindah,

“Hari Senin (23/9/19) harus sudah pindah nanti teknis nya kita bicarakan dengan pihak sekolah”, tegas nya.

Sementara itu pihak Satker Tol Cisumdawu, Yusrizal Kurniawan menyatakan pihak nya selama ini sudah berkomukasi dengan pihak orang tua siswa, bahwa pihak nya akan segera membangun relokasi gedung sekolah di tanah yang sudah disiapkan Pemda Sumedang,

“Kita sudah komunikasikan dengan pihak sekolah, kita akan membangun relokasi bangunan sekolah di tanah yang sudah disiapkan Pemda Sumedang yang informasinya hari ini sudah dibayarkan Pemda Sumedang, paling lama 3 bulan, agar proses belajar bisa tetap berlangsung dan percepatan pembangunan jalan tol juga bisa berlangsung”, ujar Yusrizal Kurniawan, kepada media di lokasi SDN Cijolang.

Menyikapi pembangunan relokasi gedung sekolah, salah seorang orang tua siswa bernama Gandi (43) warga Dusun Sirnasari Rt.02/09, Desa Margaluyu Kecamatan Tanjungsari menyatakan dirinya setuju karena lokasi lahan yang dibeli Pemkab Sumedang berada tak jauh dari rumah nya. Namun untuk pindah sementara ke Ponpes Miftahul Hasanah dirinya cenderung tak setuju karena walaupun ke lokasi Ponpes, lokasi itu mejadi lebih jauh dari rumah nya,

“Anak saya kan baru kelas satu SD, jadi dengan lokasi ( pindah sementara) ke Miftahul Hasanah jelas akan menambah jarak. Kalau pagi bisa bareng sama saya sekalian kerja, nah kalau pulang nya, itu yang saya khawatir, namun gimana lagi saya harus ikut persetujuan orang tua murid yang lainya”, jelas nya.

Sementera itu Elin Herlina (30) juga salah seorang tua siswa warga Dusun Margalaksana Rt.01/08 Desa Sukarapih yang berprofesi guru TK, berharap lama pembangunan sekolah itu tidak mencapai 3 bulan bahkan 4 bulan,

“(Harus lebih cepat) kalau bisa 2 bulan lah”, ujar nya kepada wartawan.

Sebelumnya SDN Cijolang yang berlokasi di Jalan Genteng No.31 Desa Margaluyu Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang Jawa Barat, sempat ramai dibicarakan karena lokasinya kini sudah berada di tengah – tengah proyek Jalan Tol Cisumdawu sementara kegiatan belajar nya tetap bertahan disitu. Hal itu terkait adanya gugatan dari ahli waris yang menggugat status wakaf tanah tersebut. Selain itu juga para orang tua siswa yang betahan karena mempermasalahkan tempat relokasi sementara siswa yang disiapkan Pemkab Sumedang dinilainya terlalu jauh, diantaranya SDN Tanjungsari I dan IV, SDN Margaluyu dan SDN Sukasari.

(35)