Angka Kemiskinan Desa Oro-Oro Ombo Turun Secara Signifikan

Foto: Kades Oro-Oro Ombo, Wiweko saat di wawancarai Koran Sinar Pagi

Pewarta : HI

KORAN SINAR PAGI, KOTA BATU,- Penanganan kemiskinan di wilayah kota Batu, terutama yang ada di Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Batu mengalami peningkatan, sejak terhitung mulai tahun 2008 angka kemiskinan mencapai angka 384 keluarga. Dan adanya dinamika Desa Oro-Oro Ombo sampai tahun 2019 saat ini sudah mengalami penurunan angka kemiskinan mencapai angka 79 keluarga, yang sebelumnya pada tahun 2008 angka kemiskinan hingga pada posisi 384 keluarga miskin,”ucap Kades Wiweko Kamis,(19/9/19) yang sedang mengajukan cuti untuk persiapan Cakades serentak 2019.

Ucap,”Wiweko,turunya angka kemiskinan itu dipicu dengan meningkatanya program pemberdayaan masyarakat, dan efek kunjungan wisatawan ke kota Batu ke tempat-tempat wisata yang ada di Desa Oro-Oro Ombo, didukung pula banyak bermuculan usaha-usaha baru masyarakat desa,seperti restoran, tempat penginapan bagi wisatawan yang berlibur di kota wisata Batu.

Ditambahkan, oleh Wiweko,yang saat ini masyarakat desa Oro-Oro Ombo, sudah ada kemajuan segi kesejahteraanya,dibandingkan pada tahun 2008 silam. Fakta itu bisa dilihat di berbagai wilayah RT dan RW pada wilayah kami,”ujarnya. Terdapat pada pembangunan insfrastruktur, pemberdayaan, sosial,karang taruna.

Capaian angka tersebut, sistim penggunaan maupun penyerapan serta regulasinya ADD/DD di Pemerintahan desa Oro-Oro Ombo sudah bisa mencapai 75% sesuai perencaan dan progres rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) dan rencana kerja pemerintah desa (RKPDes),”beber Wiweko.

Berkiblat pada visi misi,Kepala desa yang sudah menjadi persetujuan dan dukungan mulai BPD,LPMD, sebagai penguat musyawarah (Musdes), untuk menjalankan program kerja yang dimaksud, maka di desa Oro-Oro Ombo pada saat ini, sudah tertata pada banyak sektor dan potensinya hanya tinggal finising yang tetap dijalankan, karena sudah ditetapkan bersama dalam penggunaan anggaran sampai tahun 2019,”paparnya lagi.

Karena masih banyak program pekerjaan yang harus diteruskan hingga menjelang akhir tahun 2019, seperti rencana tempat peristirahatan rest area bagi wisatawan yang sedang melewati jalur lingkar barat(Jalibar) dari arah wilayah Kecamatan Junrejo hingga sampai menuju jantung kota Batu. Karena pelaksanaan rest area tersebut masuk proyek multi years, serta dilengkapi dengan wisata education bekerjasama dengan pihak PPL Kehutanan wilayah desa Oro-Oro Ombo,”janji Wiweko.

Semoga dengan dilakukanya program kerja yang sudah dilaksanakan hingga mencapai 80% pada rest area itu, akan bisa menambah pendapatan desa yang bisa masuk ke Bumdes Oro-Oro Ombo lebih baik, berimplementasi, memberdayakan masyarakat, demi kemajuan desa, meningkatnya ekonomi, serta menaikan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjangnya.

(64)