Kejari Sungailiat Tetapkan “R” Sebagai Tersangka Kasus Korupsi BUD STPN

Pewarta : Imam K

Koran SINAR PAGI, Bangka,- 
Kejaksaan Negri Sungailiat akhirnya menatap R ASN Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana BUD (Biaya Usaha Daerah) STPN tahun Anggaran 2016/2017 pada hasil ekspos dan kesimpulan tim penyidik dikantor Kejari Sungailiat.Rabu (18/9).

Kasi Intel Kejari Sungailiat Andri Mardiansyah SH seizin Kejari Sungailiat Jefri Huwae SH.MH saat ekspos kasus tersebut

Kepada KSP mengatakan bahwa R hari ini juga sudah kita tetap saudari R sebagai tersangka dan akan dilakukan penahanan.

Dalam kasus tersebut diduga tidak hanya R sendiri tetapi ada kemungkinan keterlibatan orang lain yang lebih dominan dan sedang kita dalami.jelas Kasiintel Kejari Sungailiat ini.

Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kita kemungikinan tersangka baru dalam.kasus mahasiswa BUD STPN ” ujar Andri.

Penetapan R sebagai tersangka ini Karena yang bersangkutan diduga melanggar pasal 2 ayat 1 Korupsi juncto pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindakan korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan dari UU No.31 Tahun 1999 tentang pemberantas tindak korupsi juncto pasal 55 ayat 1 dengan ancaman hukum seumur hidup atau penjara paling singkat 4 tahun dan lama 20 tahun serta denda paling sedikit 200.000.000 (Dua ratus juta) dan paling banyak 1.000.000.000,00 (Satu milyar rupiah)

Namun hari ini secara tehnis kita umumkan satu pelaku dalam kasus BUD STPN “terang Andri.
Andripun menjelaskan terkait dengan anggaran itu ada pencairan dana untuk biaya hidup yang tidak bisa di pertanggung jawabkan pada tahun 2016 lalu berjumlah lebih kurang 649 juta yang seyogya harus ditranferskan ke penerima bea siswa.

Namun dari anggaran itu pada baru tahun 2017 ditranferskan kepada penerima bea siswa sekitar 300 juta dan masih tersisa 300 juta lebih yang tidak dipertanggubg jawabkan.
Oleh tersangka.pungkas Andri Mardiansyah SH.

(13)