Lapas Warung Kiara Kelas III B Dapat Apresiasi Dari Pemerintah Kab.Sukabumi

Pewarta : Ayi Suherman

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi,- Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bisa digali dimana saja tidak terkecuali di dalam Lembaga Pemasyarakatan atau warga binaan yang di bawah Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Terkait hal ini Bupati Sukabumi, H.Marwan Hamami, mengapresiasi petugas Lapas Warungkiara kelas III B Kab.Sukabumi, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami dalam penggalian kreatifitas SDM di lembaga ini.

“Saya sangat  memgapresiasi terhadap petugas Lapas yang telah ikut berkontribusi menyemarakkan PRS ini dengan membawa produk kerajinan tangan warga binaannya yang memanfaatkan limbah menjadi barang berharga, bermanfaat, bernilai jual dan bisa jadi daya saing untuk menumbuhkan ekonomi kreatif Kabupaten Sukabumi,” ucapnya.

Selain itu pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi akan mensupport, baik dalam hal bimbingan SDM, penempatan di dunia kerja maupun dalam hal pemasaran produknya, agar saat bebas nanti warga binaan ini dapat mengembangkan kemampuan SDMnya di tengah-tengah masyarakat, singkat Bupati Sukabumi.

Sementara RM Crhistio Nugroho, Kalapas Warung Kiara kelas III B menyampaikan kepada awak media pihaknya harus mampu menciptakan manusia bermartabat.

“Kebetulan kami bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ikut serta dalam acara pameran pembangunan Kabupaten Sukabumi menampilkan barang-barang kerajinan seperti miniatur kapal pinisi, meriam, boneka, bonsai dan lainnya,dengan memanfaatkan limbah seperti koran bekas atau kertas, daun kering, kemasan plastik kopi dan kemasan air mineral,” tuturnya.

Disebutkan, selain itu, pihaknya juga membawa hasil ternak seperti telur ayam, telur puyuh dan pupuk organik dan semua itu hasil dari olahan warga binaan.

“Disisi lain kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Sukabumi supaya kedepannya warga binaan ini nantinya dapat bantuan dan memiliki kemampuan keterampilan yang diakui dan dibantu untuk penempatan kerja di orang lain maupun berwiraswasta untuk mengembangkan hasil karyanya setelah keluar dari lapas sesuai dengan tingkat kemampuannya,” jelasnya.

(7)