Pasar Besar Batu Dan Perijinan, Jadi Sorotan Anggota DPRD Yang Baru

Foto: Ilyas.S.Sos.Anggota DPRD Batu Fraksi Golkar

Pewarta : HI

KORAN SINAR PAGI, BATU,- Polemik pasar besar kota Batu, yang sudah lama diperbincangkan khususnya para pedagang yang berada diluar dan dalam sebagai pasar kebanggaan masyarakat Batu. Permasalahan para pedagang itu sudah lama disampaikan pada Pemkot Batu, melalui UPT dinas pasar, untuk menyampaikan audensi kepada DPRD kota Batu. Hal itu seperti yang dilontarkan oleh Ilyas.S.Sos, Anggota DPRD dari Fraksi Golkar,Kamis(5/9/19).

Permasalahan pasar besar Batu itu,Ucap,” Ilyas adalah permasalahan pedagang yang sudah lama, terkait tempat berjualan maupun infrastruktur dilingkungan pasar sudah tidak layak untuk berjualan. Alasanya, beber, Ilyas,banyaknyaknya stand maupun tempat berjualan sudah banyak yang rusak, di tambahkan pula akses masuk jalan di dalam pasar ketika musim hujan tiba pasar Batu menjadi kumuh. Akhirnya para pedagang terimbas pasar jadi sepi pengunjung dan penjual,jelas Ilyas, pada Koran Sinar Pagi.

Karena melihat luasnya pasar besar Batu kurang lebih 4 hektar dan di huni sekira 1200 pedang yang terbagi menjadi 4 kelompok, seperti pedagang sayur, pedagang buah, pedagang kelontong/kain, pedagang daging /ikan, juga ditambah ada kelompok rombengan, dan masing-masing kelompok ada 300 pedagang,timpal,”Ilyas.

Ilyas, mengaku sebagai ketua paguyuban pedagang buah apel tiga periode hingga sampai sekarang. Maka keluhan apa yang disampaikan oleh pedagang buah apel, karena buah apel sebagai ikon kota Batu, harusnya tetap menjadi perhatian prioritas dari Pemkot Batu. Hal ini sudah pernah dijanjikan sejak Walikota Eddy Rumpoko sampai Walikota Dewanti Rumpoko, namun masih belum ada perubahan dan kondisi pasar buah masih memprihatinkan,”cercanya.

Menurutnya lagi, jika pendapatan asli daerah (PAD) kota Batu bisa meningkat, dari sektor pasar, maka masalah pasar besar Batu, harus segera dilakukan renovasi sesuai market sebagai kota pariwisata. Dan usulan kami(red,Ilyas) sebagai pembawa aspirasi masyarakat, segera dilakukan pembangunanya pasar Batu kalau bisa bersumber dari APBD kota Batu,”singkat Ilyas.

Bambang Sumarto,S.Sos, Anggota DPRD Kota Batu

Pada tempat yang berbeda, menyikapi persoalan yang ada dikota Batu, anggota DPRD Fraksi Golkar Bambang Sumarto.S.Sos, yang baru dilantik dan rencana masuk pada komisi A, menambahkan,” yang saat ini,disoroti terkait maraknya masalah perijinan yang selalu menjadi permasalahan antara investor dan dinas terkait yang nota bene menjadi trand pembahasan pada kalayak umum.

Berdasar pada masalah ini, kami sebagai wakil rakyat bersama anggota dewan yang lain, tetap akan melakukan upaya terbaik,bersinergi pada semua elemen untuk membangun kota Batu yang lebih baik sebagai kota pariwisata berbasis pertanian. Menurut Bambang Sumarto, yang juga mantan Kades Tlekung, sangat bangga dengan kemajuan kota Batu saat ini, di banding tujuhbelas tahun sebelumnya,”hemat Bambang Sumarto.

Harapan kami,(red,Bambang,S) berdasarkan dengan dinamika kota Batu saat ini, maka seluruh proses pembangunan yang terlibat dengan investor, maka pemkot Batu selalu berpegang teguh dengan aturan-aturan yang sudah disyahkan menjadi peraturan daerah kota Batu sebagai acuan untuk melakukan proses perijinan dinas maupun instansi yang dibutuhkan. Hal itu, tetap dilakukan dengan benar sesuai prosedur, agar tidak muncul permasalahan baru dikemudian hari

(203)